Categories: Bali

TPBM Margarana Bakal Bangun Diorama Pertempuran Puputan Margarana

TABANAN – Sudah tiga tahun tembok bagian utara makam Taman Pujaan Bangsa  Margarana (TPBM) yang menyimpan sejarah gugurnya para pejuang bangsa kondisi rusak.

Tembok makam yang roboh sejak 2018 lalu beberapa kali pengelola TPBM mengusulkan anggaran ke pemerintah Provinsi. Namun sayangnya tak kunjung ada realisasi.

Ada dua tembok kondisi TMP Margarana yang roboh. Satu tembok berada di sebelah utara dan satu tembok lainnya berada di sebelah timur.

Selain tembok makam TMPM yang juga butuh perbaikan sejumlah bangunan pun sejatinya butuh peremajaan. Seperti bangunan museum yang menyimpan benda-benda bersejarah dan taman makam.

Menurut Ketua YKP Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Yudana, TMP Margarana didirikan sejatinya untuk menghormati para pejuang Bali

yang ikut berjuang dan gugur dimedan laga ketika mempertahankan pulau Bali yang menjadi kesatuan wilayah NKRI.

Secara pengelolaan, sejak TMP Margarana berdiri tahun 1954 memang dibawah YKP Provinsi. Akan tetapi seluruh biaya perawatan makam anggarannya bersumber dari Provinsi Bali dan juga secara swadaya.

“Nah, untuk tembok yang roboh tersebut memang kami sudah coba usulkan perbaikannya tahun 2018 dan tahun 2019.

Sayangnya belum ada anggaran. Termasuk tahun 2020 kami sudah usulkan, namun karena pandemi Covid-19.

Di mana seluruh anggaran semua dialihkan ke penanganan Covid-19. Sehingga perbaikan tembok makan tersebut menjadi tertunda,” ungkapnya.

Gede Yudana mengaku rata-rata untuk biaya perawatan Taman Pujaan Bangsa Margarana sekitar Rp 1 miliar setiap tahun yang pihaknya usulkan ke Pemprov Bali.

Termasuk juga biaya untuk menggaji petugas kebersihan dan karyawan sebanyak 20 orang. Namun anggaran tersebut tidak serta disetujui.

“Sama seperti dua wantilan bangunan dulu di TPBM yang dibangun itu harus kami usulkan. Biasanya anggaran diambil dari hibah Pemprov Bali,” ujarnya.

Masih banyak areal taman pujaan bangsa Margarana yang belum tertata rapi dan belum ada bangunan. Rencana pihaknya akan membangun diorama-diorama.

Diorama tersebut sebagai rangkuman peristiwa sejarah pertempuran Puputan Margarana dalam satu area. Diorama ini akan menceritakan sejarah-sejarah perjuangan rakyat Bali secara visual.

“Karena kami akan mengembangkan taman pujaan bangsa Margarana sebagai pusat pariwisata pahlawan di Bali. Anggaran terkait pembangunan diorama masih kami hitung, kaji dan bahas dengan pengurus YKP Bali,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago