Categories: Bali

MIMIH! Jaspel Belum Dibayar, Insentif Covid-19 Nakes Jembrana Dipotong

NEGARA – Di tengah penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, kabar tidak sedap datang dari RSU Negara sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Jasa pelayanan (jaspel) bagi tenaga kesehatan selama beberapa bulan belum dibayar. Bahkan, insentif penanganan Covid-19 bagi tenaga kesehatan dipotong.

Padahal, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Menurut informasi, ada dua permasalahan yang terjadi antara tenaga kesehatan dan manajemen RSU Negara.

Pertama masalah jaspel tenaga kesehatan yang belum dibayar dari bulan November dan Desember. Hingga tahun anggaran baru bulan Januari ini, tenaga kesehatan belum menerima jaspel yang semestinya hak mereka.

Nilainya, tergantung dari profesi tenaga kesehatan, misalnya dokter umum jaspel sebesar Rp 3 juta setiap bulan. “Sudah dua bulan ini belum terima jaspel,” kata salah satu tenaga kesehatan di RSU Negara.

Selain masalah jaspel yang belum dibayar selama dua bulan, masalah yang lebih serius adalah pemotongan insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Nilai insentif yang diterima tenaga kesehatan tergantung dengan profesi, antara dokter dan perawat berbeda nilainya.

Contoh insentif bagi dokter yang menangani Covid-19 sebesar Rp 7,5 juta, dipotong Rp 4,5 juta. “Padahal dana insentif penanganan covid-19 hak tenaga kesehatan sebagai garda terdepan,” kata sumber Jawa Pos Radar Bali.

Pemotongan insentif penanganan Covid-19 bagi tenaga kesehatan tersebut dimulai sekitar bulan September, sejak pemerintah kabupaten Jembrana menerima dana insentif daerah (DID) dari pusat.

sistem pemotongannya, insentif yang nilainya sesuai dengan profesi tenaga kesehatan dikirim lebih dulu ke rekening masing-masing.

Kemudian tenaga kesehatan yang menerima menyerahkan lagi pada pihak manajemen sesuai nilai pemotongan yang ditentukan manajemen.

Dokter umum yang semestinya menerima insentif sebesar Rp 7,5 juta, hanya menerima Rp 4 juta karena sebesar Rp 3,5 juta dikembalikan lagi.

Insentif yang diterima perawat juga dipotong, tetapi nilai potongan berbeda masing-masing perawat. Begitu juga dokter spesialis, insentif dipotong.

Sebagian besar tenaga kesehatan mengeluh adanya pemotongan insentif penanganan Covid-19 bagi tenaga kesehatan.

Pasalnya, sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 harus bertaruh nyawa dan jauh dari keluarga untuk merawat pasien Covid-19 yang dirawat di RSU Negara.

“Dana insentif yang dikembalikan katanya dibagikan lagi pada tenaga kesehatan lain seperti CS, sopir dan petugas lain yang tidak menerima insentif sesuai PMK.

Semestinya pakai anggaran lain, bukan memotong insentif tenaga kesehatan,” kata tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago