Categories: Bali

Tekan Laju Covid-19 Sekecil-kecilnya, Jembrana Terapkan PPKM Mikro

NEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro di Jembrana.

Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah dengan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Jembrana.

Pemberlakukan PPKM secara mikro tersebut, untuk menindaklanjuti Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 dan meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana.

Keputusan memberlakukan PPKM secara mikro tersebut berdasar hasil rapat koordinasi yang dipimpin Pj. Sekda Jembrana I Nengah Ledang dihadiri perwakilan Polres Jembrana, Kodim 1617 Jembrana, serta camat dan perbekel seluruh Jembrana.

Penjabat Sekda Jembrana I Nengah Ledang mengatakan, rapat koordinasi dengan seluruh jajaran satuan tugas penanganan Cobvid-19 Jembrana ini untuk menindaklanjuti hasil rapat

bersama Gubernur Bali tentang Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait PPKM berbasis mikro dan pembentukan

posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan, dimana pelaksanaan PPKM berskala mikro di Provinsi Bali mulai besok 9-22 Februari 2021.

Ledang menegaskan, pelaksanaan PPKM secara mikro di Jembrana dilaksanakan mulai Selasa kemarin (9/2).

Fokus pelaksanaannya, meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan sampai tingkat desa bahkan sampai tingkat terkecil yaitu banjar.

“Kita bersama-sama seluruh stakeholder menyatukan tekad dalam mengoptimalkan kembali pelaksaaan penaggulangan penyebaran Covid-19 di Jembrana dan diharapkan

dengan dilaksanakan PPKM berskala mikro ini laju penyebaran Covid-19 di Bali dan di kabupaten Jembrana dapat ditekan sekecil-kecilnya,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan PPKM secara mikro di Jembrana mengacu pada jumlah warga pada setiap desa yang terpapar Covid-19.

Ledang mengajak seluruh kepala desa untuk mensosialisasi pelaksanaan PPKM berskala mikro kepada seluruh masyarakat, mengingat pelaksanaan mulai hari ini hingga 22 Februari mendatang. 

“Satgas gotong royong Covid-19 yang ada masing-masing desa agar di optimalkan kembali,” terang Ledang.

Ledang menilai, desa menjadi ujung tombak dalam mencegah penularan covid-19 di Jembrana. Adanya desa adat juga berperan dalam menanggulangi penyebaran covid-19 yang ada di desa.

Sinergintas desa dinas dan adat sangat penting guna mendukung pelaksanaan PPKM berskala mikro tersebut.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago