Categories: Bali

Ranperda PAUD Segera Disahkan, DPRD Usulkan Pemerataan Tenaga Pendidik

SINGARAJA – Fraksi Golkar DPRD Buleleng mengusulkan agar pemerintah melakukan pemetaan tenaga pendidikan khusus di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pemetaan dianggap penting, agar tak ada lembaga PAUD yang mengalami kesulitan tenaga pendidik.

Hal itu diungkapkan Fraksi Golkar, dalam Rapat Paripurna Internal Pandangan Umum-Umum Fraksi-Fraksi DPRD Buleleng, atas Ranperda tentang Penyelenggaraan PAUD.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara, di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Selasa lalu (16/2).

Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Buleleng Ketut Dody Tisna Adi mengatakan, dalam naskah akademik terungkap bahwa rasio ketersediaan tenaga pendidik PAUD.

Baik itu rasio minimal, lebih lagi rasio ideal. Kini jumlah guru PAUD di Buleleng hanya sebanyak 180 orang, dengan 116 orang tenaga pendidik.

Sementara jumlah peserta didik mencapai 3.374 orang. Bila jumlah peserta didik dibagi dengan jumlah guru dan tenaga pendidik, maka rasio tenaga pendidik mencapai angka 1:11.

Artinya seorang guru atau tenaga pendidik, membimbing 11 orang siswa. Padahal sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar PAUD, sudah diatur rasio yang ada.

Rasio di lembaga Tempat Penitipan Anak (TPA) maksimal 1:4, lembaga PAUD dengan usia 2-4 tahun dengan rasio maksimal 1:8,

serta lembaga PAUD dengan usia 4-6 tahun untuk Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak rasio maksimal yang diizinkan adalah 1:15.

“Tenaga Pendidik atau guru adalah ujung tombak yang menentukan anak akan belajar dan bermain dengan menyenangkan atau tidak.

Selain harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, seorang guru juga harus cakap dalam memberikan pengajaran yang baik agar mereka nyaman berada di kelas,” kata Dody.

Legislator asal Desa Bondalem itu juga mengingatkan agar lingkungan sekolah memerhatikan ketersediaan sarana dan prasarana.

“Sekolah apakah memiliki sarana dan prasarana yang memadai atau tidak. Ruang belajar yang baik, furniture yang sesuai ukuran dengan tubuh anak, dan sebagainya.

Ini harus diverifikasi secara factual, agar anak didik lebih nyaman berada di kelas dan guru bisa melihat perkembangan masing anak dengan lebih fokus,” tukasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago