Categories: Bali

Bantuan Provinsi Macet, Pemkab Buleleng Kalang Kabut, Proyek Batal

SINGARAJA – Program kegiatan di internal Pemkab Buleleng dipastikan tersendat. Penyebabnya sejumlah sumber pendanaan kegiatan pemerintah belum menunjukkan kepastian. Mulai dari pendapatan pajak, retribusi, hingga Dana Alokasi Umum (DAU) belum dipastikan kapan cair.

 

Yang terbaru, pendanaan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Bali juga ditunda. Hal ini membuat Pemkab Buleleng kalang kabut.

Praktis sejumlah program kegiatan pun ditunda. Bahkan beberapa program pemerintah yang sudah masuk dalam tahap tender, terpaksa dibatalkan untuk sementara waktu. Salah satunya adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno.

 

Sekkab Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi kemarin mengakui saat ini terjadi penundaan pendanaan dari beberapa sumber keuangan daerah. Pihaknya telah menyurati seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menunda program kegiatan yang telah direncanakan.

 

“Semua kegiatan agar ditunda dulu, terutama yang pendanaannya belum memiliki kepastian realisasi. Saat ini prioritaskan kegiatan rutin saja dulu,” kata Suyasa saat ditemui sore kemarin (3/3).

 

Suyasa menyebut ada dua sumber pendanaan yang tertunda. Yakni pendanaan yang bersumber dari DAU, sebab saat ini masih dilakukan refocusing anggaran lebih dulu. Selain itu pendanaan yang bersumber dari BKK Pemprov Bali. Mengingat adanya surat dari Sekprov Bali Dewa Made Indra yang intinya meminta seluruh daerah menunda kegiatan yang bersumber dari keuangan provinsi.

 

“Jadi untuk sementara yang bisa jalan itu dari DAK (Dana Alokasi Khusus) saja dulu. Karena DAK itu sudah ada kepastian lewat Peraturan Menteri Keuangan. Sedangkan DAU masih harus refocusing dulu,” jelasnya.

 

Khusus kegiatan yang bersumber dari BKK Pemprov Bali, Suyasa menyatakan kegiatan sudah ditunda. Di antaranya pembangunan RTH Bung Karno tahap IV yang nilainya Rp 19 miliar, pengembangan SPAM Air Sanih-Tejakula yang nilainya mencapai Rp 15 miliar, pengadaan sarana alat kesehatan di RSUD Buleleng senilai Rp 15 miliar, dan pembangunan tower bersama senilai Rp 10 miliar. Itu baru untuk kegiatan fisik saja. BKK Pemprov Bali sendiri dipasang sebanyak Rp 105,9 miliar dalam struktur APBD Kabupaten Buleleng.

Bukankah pembangunan RTH Bung Karno sudah masuk dalam tahap tender? Suyasa tak menampiknya. Ia menyebut proses tender baru sebatas tahap pengumuman. Sehingga masih bisa dilakukan penundaan.

 

“Baru pengumuman, belum ada penetapan pemenang. Jadi sudah dibuatkan penundaan,” tukasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago