Categories: Bali

Pusat Kebut Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi, Jembrana Aktifkan Lahan Kering

NEGARA – Rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk – Mengwi, dari trase pembangunan jalan tol yang sudah ada, dipastikan menggunakan lahan produktif baik lahan basah dan kering.

Dampaknya, berkurangnya lahan pertanian pangan, khususnya sawah dan produktivitas pertanian juga akan berkurang.

Sehingga dinas pertanian dan pangan perlu menyiapkan langkah antisipasi sebagai pengganti lahan produktif yang digunakan untuk jalan tol.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, pembangunan jalan tol yang sudah direncanakan pemerintah pusat dan provinsi, hingga saat ini belum ada penetapan lokasi (penlok).

Namun yang pasti, dari rencana tersebut dipastikan ada lahan pertanian pangan di Jembrana yang akan digunakan.

“Pastinya ada lahan sawah yang akan digunakan. Tapi kami belum tahu lahan yang akan digunakan karena penetapan lokasi belum ada,” kata Wayan Sutama.

Pihaknya berharap tidak banyak lahan produktif seperti sawah yang digunakan untuk jalan tol ini.

Karena dari segi aturan, Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2015 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, harus ada lahan pengganti dari lahan yang digunakan untuk sarana publik.

“Secara aturan, memang dibolehkan menggunakan lahan untuk sarana publik. Tetapi syaratnya harus ada lahan pengganti,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjutnya, agar lahan produktif ini ada pengganti dan produktivitas pertanian padi tetap stabil maka akan mengaktifkan lagi lahan yang selama alih fungsi komoditas maupun sawah yang alih fungsi menjadi lahan kering.

“Nanti subak yang alih fungsi, akan kami aktifkan lagi. Kalau ada bantuan embung untuk memperlancar saluran irigasi, akan dibawa ke lahan yang alih fungsi menjadi lahan kering agar bisa menjadi sawah lagi,” ujarnya.

Menurutnya, langkah antisipasi tersebut bisa dilakukan karena petakan sawah masih ada. Hanya saja karena tidak ada air, alih fungsi lahan kering tidak produktif lagi sawahnya.

Solusinya, irigasi untuk lahan kering tersebut diaktifkan. Harapannya, ada bantuan untuk pembangunan embung yang bisa dibawa ke lahan kering agar sawahnya kembali produktif.

Dalam konsultasi publik dalam rangka pelaksanaan studi amdal pembangunan jalan tol Gilimanuk -Mengwi, di gedung kesenian Ir. Soekarno beberapa waktu lalu, salah satu potensi masalah yang cukup besar terjadi adalah mengenai lahan.

Total keseluruhan lahan di Jembrana untuk proyek tol sekitar 500 hektare mulai dari kawasan hutan, sawah dan lahan kering termasuk pemukiman warga. 

Mengenai lahan yang rencananya digunakan untuk jalan tol sesuai dengan trase, dari total sekitar 500 hektare lahan hanya 73 persen yang memiliki bukti kepemilikan lahan, yakni sertifikat hak milik.

Sisanya masih belum memiliki bukti kepemilikan, sehingga nantinya akan dicarikan solusi sesuai dengan Undang-undang No. 2 Tahun 2012 yang mengatur tentang pengadaan tanah. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago