Categories: Bali

Rusak, Sejumlah Rumah Dinas Pejabat Pemkab Klungkung Tak Berpenghuni

SEMARAPURA – Pemkab Klungkung memiliki sekitar 20 rumah dinas. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan sehingga tidak berpenghuni.

Rencana renovasi pun sempat diusulkan namun karena adanya refocusing anggaran, rencana itu belum bisa direalisasikan.

Dari 20 rumah dinas yang dimiliki Pemkab Klungkung, menurut Kepala Bagian Umum Setda Klungkung, Made Sumiarta beberapa waktu lalu, 9 rumah dinas di antaranya merupakan wewenang Bagian Umum.

Sementara sisanya menjadi wewenang masing-masing Organisasi Perangkat Daerah. “Rumah dinas untuk camat merupakan

wewenang dari kecamatan. Begitu juga rumah dinas Satpol PP dan lainnya merupakan wewenang OPD masing-masing,” terangnya.

Dari sembilan rumah dinas yang menjadi wewenang bagian umum, dikatakannya ada enam rumah dinas yang berpenghuni.

Yakni rumah jabatan Bupati, Wakil Bupati, dan Setda Klungkung. Kemudian ada rumah dinas Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.

“Sementara tiga rumah dinas lainnya dalam keadaan kosong. Yakni rumah dinas yang diperuntukkan untuk Staf Ahli Bidang Hukum,

Politik dan Pemerintahan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum,” bebernya.

Menurutnya, tidak ditempatinya rumah dinas itu bukan tanpa alasan. Di mana rumah dinas itu tidak ditempati lantaran kondisinya yang kurang baik.

Setidaknya butuh anggaran hingga ratusan juta rupiah untuk melakukan perbaikan agar rumah dinas tersebut dapat ditempati kembali.

“Rumah dinas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat kondisinya kerusakannya paling berat,” ungkapnya.

Agar bisa kembali ditempati, pihaknya mengaku telah mengusulkan perbaikan terhadap rumah dinas yang kondisinya tidak baik itu.

Namun karena anggaran yang terbatas, pihaknya pun melakukan sekala prioritas dengan mengusulkan rumah dinas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan untuk diperbaiki tahun ini karena kondisinya yang mengalami rusak berat.

“Karena keterbatasan anggaran, maka rencananya kami perbaiki yang rusak berat di tahun 2021 ini,” ujarnya.

Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki satu rumah dinas itu sekitar Rp 350 juta.

Dengan anggaran pengawasan sebesar Rp 8,4 juta sehingga total anggaran yang diusulkan untuk kegiatan perbaikan rumah dinas tersebut sebesar Rp 358,4 juta.

Hanya saja usulan terebut akhirnya tidak dapat terealisasi di tahun ini lantaran adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Sehingga rumah dinas yang kondisinya tidak baik itu belum mendapat perbaikan di tahun ini. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago