Categories: Bali

Dikejar Deadline Vaksinasi, Sekda Bali Minta Daerah Injak Gas

TABANAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali secara tegas meminta setiap daerah yang telah mendapat jatah vaksin AstraZeneca “injak gas” atau mempercepat dalam vaksinasi Covid-19. Upaya ini agar Bali mendapat alokasi tambahan vaksin lebih banyak lagi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI.

Hal itu disampaikan Dewa Made Indra ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Dauh Peken, Tabanan, Jumat (21/).

“Hari saya melihat progres vaksinasi di Kabupaten Tabanan, karena Pak Gubenur sudah memberikan arahan. Masing-masing kabupaten yang telah menerima jatah vaksin AstraZeneca dalam jumlah tertentu harus kejar target,” kata Dewa Indra didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya.

Menurut dia, turun secara langsung melihat vaksinasi Covid-19 di Tabanan untuk memastikan seberapa besar dan luas vaksinasi dilakukan. Selain itu upaya percepatan apa yang bisa dilakukan secara bersama-sama. Sebelum target waktu berakhir vaksinasi Covid-19.

Membaca laporan data setiap hari vaksinasi Covid-19. Khusus di Tabanan progresnya memerlukan percepatan-percepatan vaksinasi Covid-19.

“Tadi saya berunding bersama Sekda Tabanan, Kadiskes dan OPD yang lain di Tabanan. Saran kami mulai besok harus diberikan vaksinasi lebih cepat lagi dan lebih luas lagi. Supaya limit batas waktu yang diberikan Gubenur bisa terselesaikan,” ujar Dewa Indra.

Sejauh ini bicara vaksinasi bukan persoalan kendala. Melainkan mengejar target waktu. Mengapa demikian, target waktu itu penting. Karena Bali ini berkat komunikasi Gubenur Bali yang sangat intens dengan Menteri Kesehatan, Bali selalu mendapat jatah vaksin lebih banyak.

Pak Gubenur punya keinginan sangat kuat supaya 70 persen masyarakat Bali cepat bisa divaksinasi. Karena secara keilmuan health immunity atau kekebalan kelompok itu bisa diwujudkan kalau 70 persen komunitas sudah divaksinasi.

Maka dari itu Gubenur mengejar terus. Supaya 70 persen vaksinasi di Bali cepat tercapai. Tapi tantangan tidak cukup hanya mendapat vaksin yang lebih banyak. Tetapi harus cepat juga diselesaikan.

“Logikanya sederhana ngapain minta lagi vaksin, sedangkan vaksin yang diberikan belum habis. Maka ini perlu menjadi perhatian serius percepatan vaksinasi. Sehingga jatah alokasi vaksin lebih banyak didapat Bali kembali,” tegas Dewa Indra.  

Mengenai target waktu vaksinasi sesuai arahan Gubenur Bali pada minggu keempat sebelum akhir bulan Mei ini. Antara 20-24 Mei harus habis vaksin AstraZeneca.

Karena totalnya vaksin AstraZeneca yang diberikan 500.000 vial. Dan itu sudah terdistribusikan ke masing-masing daerah di Bali.

“Vaksin AstraZeneca 4 Mei datang di Bali. Kemudian 5 Mei mulai dibagikan. Sehingga paling lambat target kami 24 Mei mendatang vaksin ini harus habis diberikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago