Categories: Bali

Minim Siswa, 28 SD di Tabanan Dilebur Jadi 14 pada Tahun Ajaran 2021

TABANAN – Dinas Pendidikan Tabanan memastikan bahwa regrouping sekolah atau melebur beberapa sekolah lainnya di Tabanan tetap akan dilakukan.

Regrouping sekolah ditempuh selain karena faktor banyak sekolah yang jumlah siswanya terbatas, juga sebagai upaya efisiensi dan efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Regrouping sekolah sudah pasti itu. Dan Juni ini akan terbit SK bupatinya. Jadi sebelum tahun ajaran baru kita sudah regrouping,” kata Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putra, ditemui, Selasa (25/5).

Putra menyatakan bukan tanpa sebab pihaknya di Disdik melakukan regrouping sekolah khususnya pada sekolah dasar (SD). Sejatinya untuk efektivitas proses pembelajaran yang dilakukan dan juga menyiasati sekolah yang mengalami kekurangan tenaga guru. 

Meski tahun ini formasi untuk P3K guru telah dibuka lowongannya. Namun Tabanan masih kekurangan tenaga guru.

“Dari data kami sebanyak 28 sekolah dasar (SD) yang diregrouping menjadi 14 sekolah SD. Itu tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Tabanan. Hanya wilayah kecamatan Tabanan saja yang SD-nya tidak diregrouping,” jelas Putra.

Sekolah dasar yang di regrouping salah satu berada di Kecamatan Baturiti. Di sana sekitar 10 SD berada di 5 desa digabungkan menjadi 5 sekolah.

Kemudian sisanya berada di Kecamatan Kerambitan, Kediri dan kecamatan lainnya di Tabanan.   

Pertimbangan lainnya regrouping sekolah pada jenjang sekolah dasar. Minimnya jumlah siswa pada sekolah tersebut yang dari tahun ke tahun jumlah siswanya di bawah 60 orang. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Melakukan regrouping sekolah juga sebagai upaya untuk mengurai pemerataan jumlah guru di masing-masing karena di Tabanan sendiri masih kekurangan tenaga pendidik.

Namun yang paling penting regrouping sekolah sebagai antisipasi sekolah tersebut agar tidak nantinya kehilangan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Selain itu sudah jelas jika sekolah tiga tahun berturut-turut sekolah tersebut siswanya di bawah 60 orang ke bawah, berpotensi tidak dibayarkan dana bos.

“Lebih baik dalam satu desa lengkap jumlah guru dan standar jumlah siswanya. Sehingga mutu standar pendidikan berjalan dan efektivitas belajar,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago