Categories: Bali

Klaster Sekolah Merebak, Disdikpora Pastikan Tatap Muka Jalan Terus

SINGARAJA– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng memastikan proses pembelajaran tatap muka akan tetap berjalan. Kendati saat ini klaster sebaran covid-19 di lingkungan sekolah terus merebak.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, saat ini ada 9 sekolah yang menjadi klaster sebaran covid-19. Baik itu yang berbasis di sekolah dasar, SMP, maupun di SMA. Bahkan salah satu sekolah, yakni SMPN 3 Singaraja, harus ditutup sementara waktu untuk menghindari sebaran lebih jauh.

 

Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika yang dikonfirmasi mengaku sebaran kasus covid-19 di tingkat sekolah mengalami peningkatan. Dari hasil identifikasi, kasus terkonfirmasi positif covid-19 telah ditemukan di 9 sekolah.

 

Khusus di SMPN 3 Singaraja, pihaknya telah meminta agar pembelajaran tatap muka dialihkan sementara waktu. “Saat ini dialihkan menjadi pembelajaran daring selama 5×24 jam. Karena di sana ada 13 orang guru dan tenaga kependidikan, termasuk seorang satpam yang terkonfirmasi positif. Karena prevalensi kasus di atas 5 persen, maka kami minta tatap muka dihentikan dulu,” kata Astika.

 

Sementara di sekolah-sekolah lainnya, pembelajaran tatap muka masih tetap berjalan. Sebab prevalensi penularan kasus masih di bawah angka 5 persen. “Kalau toh ditemukan kasus. Hanya ditutup di kelas itu saja. Bukan semua sekolah itu yang ditutup,” imbuh Astika.

 

Astika tak menampik saat ini potensi kemunculan klaster di lingkungan sekolah cukup besar. Meski begitu, pihaknya belum berencana menghentikan proses pembelajaran tatap muka. Sebab mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, pembelajaran tatap muka masih bisa dilakukan.

 

Saat ini pihaknya fokus melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan. Seperti pengetatan penggunaan masker, mencuci tangan di air mengalir secara berkala, menjaga jarak aman berinteraksi di dalam kelas maupun di luar kelas, serta proses disinfeksi kelas sebelum serta sesudah proses belajar mengajar.

 

“Kami sudah ambil kebijakan menjamin keberlangsung pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah. Manajemen sekolah sudah kami minta agar memperketat protokol kesehatan di sekolah mereka. Supaya tidak terjadi klaster,” tukas Astika.

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago