mahasiswa-papua-geruduk-konjen-amerika-mefry-as-harus-tanggung-jawab
DENPASAR – Puluhan masa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar demonstrasi di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.
Kedatangan mereka Kamis pagi adalah untuk yang kesekian kali. Tuntutannya hampir sama. Menuntut pemerintah memberi kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.
“Kami akan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan, penindasan dan pengisapan terhadap rakyat dan bangsa West Papua,” Kata Mefry Lokbere, juru bicara dalam aksi demonstrasi ini.
Demonstrasi ini dilakukan di depan Konjen Amerika karena menurut Mefry, pihak Amerika bertanggung jawab dalam Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang memang dianggap tidak demokratis dan melanggar hukum internasional.
“Karena mereka melakukan perjanjian tanpa melibatkan orang Papua dan di bawah tekanan militer dan itupun dilakukan di luar Papua untuk kepentingan ekonomi politik yang akan mengeruk kekayaan alam Papua,” tandasnya.
Aksi demonstrasi ini dikawal ketat pihak kepolisian. Tampak arus lalu lintas di kawasan Hayam Wuruk dan bundaran Renon (Timur Plaza Renon) sempat sedikit tersendat hingga harus diatur oleh polisi.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…