Categories: Denpasar & Badung

Keras!! Dapat Banyak Perlawanan, Gerak Lawan Nyatakan Tak Akan Mundur

DENPASAR-Meski mendapat banyak perlawanan dan intimidasi dari sejumlah oknum aparat, hal ini tak membuat Komunitas Gerak Lawan surut dan mundur.

 

Sebaliknya, para aktivis ini menyatakan akan terus berjuang demi kepentingan harkat martabat kehidupan dan tanggungjawab terhada bumi dan negeri.

 

Seperti ditegaskan, salah satu aktivis Gerak Lawan, Nyoman Mardika. Ditemui di Denpasar, Sabtu (13/10), Mardika tak menampik dengan derasnya perlawanan terhadap aksi mereka.

 

“Sudah ada berbagai tekanan yang dilakukan dengan alasan kepentingan pariwisata dan ketertiban padahal kami tidak melakukan kerusuhan yang merugikan Bali,” tegas Mardika.

 

Namun begitu, Mardika secara tegas tetap menilai, hajatan Annual Meeting IMF-WB tak ubahnya seperti “fun club” yang didalamnya hanyalah kumpulan para kapitalis lengkap dengan  segala kebijakannya yang merugikan lingkungan, negara dan dunia.

 

Tudingan itu, lanjut Mardika karena IMF-WB memiliki banyak catatan negatif dari semua proyek yang dilakukannya.

 

Salah satu dampak nyatanya, karena gelaran IMF-WB di Bali, ruang ekspresi masyarakat pun dikekang, dengan dalih keamanan dan demi kelancaran kegiatan.

 

Sementara di sisi lain, Undang-Undang untuk menjamin kebebasan berekspresi warga negaranya justru dikekang dan dibelenggu.

 

“Baliho-baliho tolak reklamasi dihancurkan, atas alasan gelaran IMF-WB yang digelar di Nusa Dua,”tandasnya. 

 

 

Bahkan, dengan dalih keamanan, masih kata Mardika, pihaknya dan para aktivis justru dianggap sebagai ekstrimis yang ingin berbuat kejahatan terhadap Bali dan Indonesia.

 

“Padahal semestinya logikanya dibalik. Justru IMF dan World Bank-lah yang perlahan menghancurkan masyarakat,” tegasnya.

 

Selain itu, meski mendapat hambatan dan dikekang, kata Mardika, pihaknya bersama para aktivis akan terus mencoba membuka mata dan pikiran masyarakat untuk mengungkap apa di balik IMF-WB.

 

“Dan perlu kami pertegas bahwa tujuan ini bukan ada maksud untuk mengganggu pariwisata di Bali,”ujar Mardika. 

 

Menurutnya, melalui gerakan ini ada hal-hal yang perlu dikritisi.

 

”Ada hal-hal seperti “bom waktu” yang saat ini tengah dilakukan oleh IMF-WB terhadap masyarakat Indonesia dan dunia, dan ini yang harus disadari masyarakat,” imbuhnya.

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago