aktivis-98-sebut-generasi-muda-mesti-digaris-depan-kritik-pemerintah
DENPASAR – Dalam diskusi bertajuk Melanjutkan Kembali Reformasi Sektor Keamanan di Taman Baca Kesiman, Denpasar, aktivis 98 Roberto Hutabarat mengungkap hal cukup menarik, ketika menyinggung Pemilu 2019.
Roberto yang hadir mewakili Prodem Bali menyebut, pasca Pemilu ini, siapapun yang menang dalam pertarungan politik untuk menjadi orang nomor 1 di Indonesia tetap memerlukan oposisi.
“Oposisi harus kuat. Kalau pun Jokowi menang, jangan sampai menang mutlak,” ujar pria alumni pers mahasiswa Kanaka, Kampus Sastra Unud tersebut.
Hal lain, Roberto juga menyinggung esensi demokrasi. Baginya, salah satu esensi demokrasi sebagaimana yang diperjuangkan para aktivis 98 silam adalah menghargai pendapat.
“Esensi demokrasi itu salah satunya menghargai pendapat. Jangan hanya karena berbeda pendapat, dilaporkan ke polisi,” tegasnya lagi.
Untuk itu, Roberto berharap hal seperti ini dapat menjadi pendidikan politik, terutama bagi generasi muda yang dicap sebagai generasi millennial.
“Pendidikan politik penting dengan cara kritis. Generasi muda harus di depan dan aktif mengkritik pemerintah,” pungkasnya.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…