protes-proyek-pltu-nelayan-celukan-bawang-ngadu-ke-denpasar
DENPASAR – Nelayan dari Celukan Bawang, Buleleng, Baidi Supandan datang ke Denpasar kemarin berbicara terkait pembangunan PLTU Celukan Bawang berbahan batubara.
Dia bercerita, sebelum pembangunan PLTU ini masyarakat merasa tentram, namun setelah adanya PLTU masyarakat tercerai berai.
Hal tersebut disampaikan Baidi di acara Pra Bali yang Binal #8 di Taman Baca Kesiman, Denpasar. Dalam acara bertajuk Energi Esok Hari itu, dia bercerita tentang nasib nelayan pasca pembangunan PLTU Celukan Bawang.
“Hasil tangkap (ikan) kami sebelum PLTU mencukupi. Namun dengan adanya PLTU, sulit menghasilkan. Banyak biaya, karena di pinggir sudah tidak ada ikan. Jadi kami harus jauh ke tengah lagi,” terangnya.
Hal tersebut tentu berpengaruh juga pada pendapatan nelayan. Kini, penghasilan dalam setahun itu sama dengan penghasilan sebulan sebelum adanya PLTU.
Selain itu, secara cuaca, pihaknya juga mengalami kegerahan. Setiap malam hari, masyarakat merasa kepanasan tidak seperti biasanya.
“Padahal saat itu hujan, tapi malah kita kepanasan. Apa ini namanya pemanasan global?,” tanya pria yang juga sebagai ketua Nelayan Bakti Kosgoro.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…