Categories: Denpasar & Badung

Demo Tolak RUU Kontroversial Marak, Ini yang Dikhawatirkan Koster…

DENPASAR – Persoalan politik muncul diberbagai daerah di Indonesia. Bali juga salah satunya. Di mana belakangan ini demontrasi marak terjadi buntut sejumlah peraturan yang kontroversial, seperti RKUHP dan UU KPK.

Gubernur Bali Wayan Koster pun mengaku gelisah tentang hal ini. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutannya di acara pelantikan DPRD Provinsi Bali, di gedung DPRD Bali, Selasa (1/10).

“Disana sini kita menghadapi dinamika politik tidak saja di Jakarta di daerah lain, bahkan sudah masuk ke Bali. Kemarin masih ada demo. Syukur demonya bisa dikelola dengan baik,” ujar Gubernur Koster.

“DPRD kemarin sudah menerima yang melakukan demo, terima kasih pada pimpinan DPRD telah meluangkan waktu dengan kesabaran untuk menerima mereka menyampaikan inspirasi,”sambungnya.

Tapi, lanjut Koster, yang penting dan perlu dicatat adalah aspirasi yang disampaikan ini adalah harus dalam konteks santun, memperkuat ideologi Pancasila 1 Juni 1945.

“Bali ini harus menjadi taruhan bagi RI mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Tidak boleh ada ideologi lain yang dibawa ke Bali. Ke tengah masyarakat apalagi di tengah dunia kemahasiswaan kita. Itu satu,” katanya.

Yang kedua, lanjut Koster, semua pihak harus mempertahankan NKRI. Masalah lain, dibicarakan dengan sebaik-baiknya.

“Soal UU KPK yang sudah di sahkan oleh DPR kalau ada masyarkat yang tidak puas, gunakanlah jalur resmi. Yaitu, melalui MK,” ujarnya.

Menurut Koster, tidak zamannya lagi melakukan cara-cara di luar konstitusional. “Kita harus menyadarkan masyarakat bahwa apapun yang tidak puas terhadap UU, ada mekanisme untuk menyelesaikan ya,” ujarnya.

Dalam konteks itu juga, Koster memohon agar di Bali ini juga harus kompak dan solid. Semua komponen masyarakat untuk menjaga Indoensia agar tetap berideologi Pancasila.

Tetap dengan NKRI dan tetap dengan peraturan UU yang sudah disetujui DPR dan presiden. “Kita harus ada pada jalur benar.

Kalau ada masyarakat beda pendapat, salurkan lewat mekanisme dan lembaga yang tepat. Itu akad kita menjaga citra Bali,” ujarnya.

“Bahwa Bali membutuhkan kondisi yang aman kondusif dan damai karena kita butuh untuk dunia pariwisata yang sangat sensitif,” kata Koster dalam sambutannya.

Koster juga meminta situasi ini jangan dikompor-kompori. “Jangan mencuri kesempatan dalam kesempitan, jangan mengompori pihak lainnya.

Apalagi menjadi alat menjadi kekuatan lain yang kita tidak tahu dari mana sumber dan datanya,” tuturnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

6 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago