Categories: Denpasar & Badung

Proyek Gedung Baru RSD Mangusada Molor, PUPR Badung Sebut Fakta Baru

MANGUPURA – Pembangunan gedung baru Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusuda belum juga rampung.

Pasalnya, ada proses pembangunan yang sudah jalan tetapi model bangunan yang harus diubah sesuai dengan permintaan dan kebutuhan rumah sakit.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Badung  IGA Ngurah Arinda Trisnawati, saat dikonfirmasi tak menampik kabar tersebut.

Menurutnya meski rampung di Bulan desember, pembangunan tersebut tidak bisa dikatakan molor. 

“Karena ada perubahan pada alat radiologinya jadi, desain bangunannya juga berubah. Makanya rampungnya di Bulan Desember 2020 mendatang,” kata Arinda Trisnawati.

 Kata dia, dalam pembangunan dinilai sudah sesuai standar dan tidak ada masalah. Sehingga pembangunan dipastikan akan rampung pada bulan Desember 2020 mendatang.

“Untuk anggaran pun tidak ada masalah, sesuai kerja sama atau tender, bangunan itu akan menghabiskan Rp. 255. 648. 738.700,” ungkapnya.

Selain itu, proses pengerjaan sudah  mencapai 35,97%. Sehingga nantinya akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2020. Mengingat ini proyek sifatnya tahun jamak (multi years).  

Sementara dari peruntukan, Gedung D rencananya akan digunakan untuk poliklinik dengan sistem cluster dan ruang rawat inap kelas II dan kelas I.

Gedung F rencananya dimanfaatkan untuk pusat onkologi pelayanan khusus kanker, ruang pelayanan eksklusif seperti pelayanan bayi tabung, dan ruang khusus rawat anak.

Gedung G rencananya menjadi pusat pelayanan cuci darah, juga pusat manajemen, untuk pendidikan dan pengembangan, dapur serta laundry.

Mengenai penambahan anggaran terkait berubahnya model bangunan, Arinda pun mengaku tidak ada. Pasalnya dana yang digunakan tetap pada dana atau anggaran pembangunan Gedung tersebut.

“Totalnya tetap, itu rencananya kan November 2020. Karena ada perubahan jadi pembangunan lagi sehingga rampungnya 15 Desember,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada, dr Made Nurija, juga membenarkan bahwa proyek gedung D, F, dan G mulai digarap November 2018 lalu.

Bahkan, menurutnya, pembangunan tersebut akan menjadi pelengkap dalam pengembangan fasilitas di ruah sakit.

“Rencananya nanti Gedung D akan difungsikan sebagai ruang poliklinik, ruang operasi emergency, ruang ICU, HCU, dan PICU serta ruang rawat inap,” katanya.

Ia juga mengatakan untuk lantai 1 dan 2 di gedung D akan difungsikan sebagai rawat jalan atau poliklinik.

Seperti jantung, paru, dan poliklinik lainnya. Selain itu juga ada blok tambahan dari UGD yakni ruang operasi emergency.

Begitu juga untuk lantai 3, ia mengatakan akan digunakan untuk ruang ICU, HCU, dan PICU. “Nanti untuk lantai 4 ruang inap kelas 2 dan 1 dengan 64 tempat tidur,” pungkasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago