Categories: Denpasar & Badung

Cari Lauk Pauk, Ramai-ramai Warga Bali Selatan Turun ke Teluk Benoa

MANGUPURA – Sektor pariwisata memang terguncang akibat pandemi Covid 19 di Bali. Namun agar dapur tetap ngebul, banyak warga di Bali Selatan kini turun ke Teluk Benoa untuk mencari lauk.

Beragam jenis mereka bisa dapatkan, seperti udang, kepiting, kerang bahkan sampai rumput laut. Tentu saat mencarinya harus di air yang surut.

Warga diseputaran Teluk Benoa turun biasanya menjelang malam atau dini hari untuk mencari udang dan kepiting. Sementara sore atau siang mencari kerang maupun rumput laut.

Aktivitas ini memang dari dulu sering dilakukan. Namun sejak pandemi ini merebak, jumlah warga semakin banyak yang turun ke Teluk Benoa untuk mencari seafood.

Koordinator ForBALI, Wayan Gendo Suardana mengatakan, pendemi dapat menjadi refleksi besar bagi industri pariwisata Bali.

Apalagi saat sebelum pandemi seluruh tumpuan ekonomi Bali ada di sektor pariwisata, sehingga sektor yang lain seolah diabaikan.

“Pertanian dipandang sebelah mata, perikanan termasuk nelayan menjadi profesi kelas dua bahkan demi destinasi wisata baru kerap mereka disingkirikan,” ujar Gendo.

Demikian juga, perairan termasuk Teluk Benoa yang sempat diremehkan baik fungsi lingkungannya maupun fungsi ekonominya.

Oleh sebagai kelompok masyarakyat perairan Teluk Benoa dianggap remeh dibanding dengan mimpi besar investasi menjadikannya daratan untuk destinasi wisata baru yang high class. 

“Syukurnya Teluk Benoa masih diselamatkan dari rencana reklamasi seluas 838 ha (awalnya). Bayangkan kalau tidak dilawan dan bayangkan jika sejak akhir 2013 direklamasi

lalu dibangun akomodasi wisata. Selanjutnya hanya tersisa lorong-lorong air di antara pulau-pulau buatan. Entah apa nasib masyarakat pesisir saat pandemi ini?” sebutnya.

Menurut Gendo, mungkin saat ini akan banyak masyarakat yang akan bersyukur Teluk Benoa tidak jadi direklamasi dan masyarakat

yang berjuang saat ini merasakan buah perjuangan mereka, bahwa di saat pandemi, Teluk Benoa menolong mereka.

“Semoga ke depan rakyat bali makin kuat kesadarannya bahwa saat terjadi bencana batu pasir dan lahan reklamasi tidak bisa dimakan,”sebutnya.

“Semoga penguasa juga sadar bahwa Teluk Benoa sangat berfungsi dalam situasi krisis sehingga ke depannya tidak buta nafsu untuk mengurug Teluk Benoa,” pungkasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: forbali

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago