Categories: Denpasar & Badung

FIX! Pasien Covid-19 Asal Badung Meninggal Karena Penyakit Jantung

DENPASAR – Pasien Coronavirus Disease (Covid-19) yang dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) Denpasar, Minggu (31/5) malam sekitar pukul 20.00 Wita ternyata memiliki penyakit bawaan sebelumnya.

Selain Covid-19, si pasien mengidap penyakit jantung dan komplikasi ke lever. Penyakit jantung yang dialaminya itulah yang menyebabkan pasien

berjenis kelamin laki-laki berusia 57 tahun asal Banjar Sayan Baleran, Desa Werdi Bhuana, Mengwi, Badung, ini meninggal dunia. 

Terungkapnya penyebab kematian almarhum diungkap Direktur RS Bali Mandara (RSBM) dr. Gede Bagus Darmayasa kepada Radarbali.id, Senin (1/6).

“Ya, yang bersangkutan mengidap penyakit jantung selama dua tahun. Sebenarnya pasien ini bukan ada masalah di Covid-19, tapi masalah jantungnya. Karena hampir dua tahun (idap jantung), dan komplikasi ke lever,” kata dr. Bagus.

Menurutnya, sejak dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara, korban dirawat sesuai dengan protokol penanganan Covid-19.

Dia masuk UGD lalu diperiksa secara lengkap jenis penyakitnya termasuk penyakit jantung dan Covid-19 yang dialaminya.

“Masuk UGD, kami periksa lengkap termasuk Covid-19. Kami rawat, tetapi memang sudah buruk dari awal. Jadi, bukan karena Covidnya tetapi sakit jantung,” tegasnya. 

Dikatakannya, bahwa penanganan korban saat dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara sudah dilakukan dengan benar.

Dia di rawat di ruangan dan gedung terpisah dengan pasien dengan jenis penyakit lainnya. Sesuai dengan standar penanganan pasien Covid-19.

“Kebetulan karena kita tangani sesuai standar Covid, jadi yang berkembang soal masalah Covid. Padahal penyebab meninggalnya karena jantung,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Nyoman Gunarta Menjelaskan bahwa selain mengidap Covid-19, pasien sendiri juga memiliki beberapa penyakit bawaan lainnya.

Seperti penyakit jantung dan juga kencing manis. Korban diketahui positif Covid-19 bermula pada tanggal 27 Mei lalu.

Saat itu di banjar korban dilakukan rapid test massal. Di sana korban dinyatakan reaktif. Pada tanggal 28 Mei, korban dilakukan swab test dan hasilnya positif Covid-19. 

Setelah berkoordinasi dengan petugas, akhirnya korban diputuskan untuk dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara.

Namun sayangnya, Minggu (31/5) malam korban dinyatakan meninggal dunia. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jasad korban dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemulangan sesuai dengan standar penanganan korban Covid-19.

“Tadi pagi yang bersangkutan langsung dikubur di desa yang bersangkutan sesuai standar penanganan,” tandas Gunarta. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago