Categories: Denpasar & Badung

Picu Polemik di Masyarakat, PHDI Bali Panggil Hare Krishna dan ISKCON

DENPASAR – Pro- kontra aliran Hare Krishna (HK) akhirnya dibahas organisasi keumatan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali.

Menurut informasi yang didapat, Rabu (1/7) PHDI diketahui dalam waktu dekat segera memanggil Hare Krishna (HK) dan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON).

Hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti polemik yang viral di media sosial akhir-akhir ini.

Pernyataan tersebut terungkap setelah PHDI Provinsi Bali melakukan rapat bersama Perwakilan Paruman Sulinggih, Ida Agung Bhagawan Hyang Anulup Pemecutan Manuaba

hingga Pengurus PHDI Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota di Bali, serta Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan Hindu

seperti PSN Korwil Bali, Prajaniti Bali, PPI Bali, PD KMHDI Bali, Peradah Bali di Kantor PHDI Bali, Jalan Ratna, Denpasar, Selasa kemarin (30/6).

Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si langsung memimpin rapat. Salah satu hasilnya adalah mengagendakan pemanggilan terhadap ISKCON dan Hare Krishna untuk mengklarifikasi polemik yang viral di media sosial tersebut.

“PHDI Provinsi Bali sepakat membentuk Tim Mediasi, Pengkaji Polemik Masalah Sampradaya, kemudian melakukan koordinasi dengan Kejaksaan masalah

status Hare Krishna dan kami di PHDI Provinsi Bali juga secara intensif melakukan koordinasi dengan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali

untuk mengkomunikasikan hubungan antara Sampradaya Hare Krishna, ISKCON dengan Bendesa Adat,” terang Prof. Dr. Drs. Ngurah Sudiana, M.Si.

Pria yang juga Rektor IHDN Denpasar ini mengatakan, setelah pemanggilan Hare Krishna dan ISKCON, pihaknya juga akan mengundang beberapa pihak yang mempermasalahkan keberadaan Hare Krishna.

Selanjutnya, PHDI Provinsi Bali juga meminta penjelasan PHDI Pusat mengenai Sampradaya dan ormas Hindu.

Prof Sudiana juga mengimbau semua pihak yang menyampaikan masukan agar menghindari hujatan (hate speech) dan kata-kata yang mendiskreditkan dan tetap shanti, walaupun ada perbedaan pandangan soal-soal tertentu tentang agama Hindu.

“Sebagai penutup, kami mengharapkan agar umat Hindu tidak mudah terpancing untuk melakukan ujaran kebencian kepada sesama,” tutupnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: phdi bali

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago