Categories: Denpasar & Badung

UPDATE! Percepat Tangani Covid-19, Buleleng Segera Operasikan Lab PCR

SINGARAJA – Pemerintah menargetkan laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) di RSUD Buleleng bisa beroperasi pada akhir Oktober nanti.

Saat ini RSUD Buleleng masih melakukan persiapan gedung dan tenaga ahli. Sehingga hasil uji sampel swab terhadap pasien covid-19, pasien suspek, dan kontak erat, dapat dilakukan lebih cepat.

Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha Sp.PD mengatakan, hingga kemarin pekerjaan fisik sudah mencapai 70 persen.

Ia memperkirakan laboratorium akan siap digunakan pada akhir Oktober mendatang. Sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan juga akan menuntaskan pelatihan mereka pada akhir bulan nanti.

“Analis kami sudah menjalani pelatihan di RS Bali Mandara. Sekitar 10 hari lagi sudah tuntas. Sehingga akhir Oktober nanti sudah bisa digunakan untuk uji fungsi.

Bulan depan, mudah-mudahan sudah bisa beroperasi penuh,” kata dr. Arya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Untuk SDM, Arya menyatakan telah menugaskan seorang ahli patologi klinik. Selain itu seorang ahli mikrobiologi klinik kini tengah menjalani proses pendidikan.

Ahli mikrobiologi itu diperkirakan sudah menuntaskan proses pendidikannya pada akhir tahun depan.

“Analis terlatih juga sudah ada 4 orang yang sedang pelatihan di RS Bali Mandara. Kalau memang kedepan butuh lebih banyak, secara bergelombang tenaga analis akan kami latih seluruhnya,” imbuh dr. Arya.

Sementara itu Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, alat uji PCR itu akan mempercepat proses diagnose klinis dalam penanganan covid-19.

Baik itu pada kasus yang masuk suspek, kontak erat, maupun pasien terkonfirmasi positif. Suyasa menyebut selama ini salah satu kendala percepatan penanganan covid ialah keterbatasan kapasitas alat uji PCR.

“Selama ini salah satu kendalanya di sana. Karena kami nggak punya mesin. Setelah spesimen diambil, dikirim ke provinsi, tidak serta merta keluar.

Bisa lebih dari 3 hari. Kalau nanti beroperasi, tentu akan jauh lebih cepat. Proses tracing juga akan bisa dilakukan lebih masif lagi,” kata Suyasa.

Sekadar diketahui, RSUD Buleleng mendapat bantuan alat uji PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada September lalu.

Butuh waktu selama dua bulan penuh bagi RSUD Buleleng untuk mempersiapkan ruangan dan SDM, agar alat uji PCR dapat segera digunakan.

Alat uji PCR itu diperkirakan berkapasitas sebanyak 15 spesimen dalam sekali uji, atau maksimal 45 spesimen dalam sehari. Kapasitas itu dianggap sudah memadai. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago