Categories: Denpasar & Badung

Redam Covid-19, Wisatawan Masuk Bali Wajib Test Antigen, Apa Itu?

DENPASAR – Untuk mengantisipasi peredaran virus Corona atau Covid-19 di Bali jelang cuti bersama akhir pekan ini, Polda Bali bersama BNPB akan memperketat wisatawan masuk Bali.

Dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Gubernur Bali, pengamanan Bali juga dilakukan dengan melakukan tes antigen kepada wisatawan yang hendak masuk Bali. Apa itu test antigen?

Menurut literatur yang dihimpun Radarbali.id, sejak pandemi Covid 19 ini menyebar hampir ke seluruh prajuru dunia, WHO sebagai badan kesehatan dunia menyebut perlu screening awal virus dengan menggunakan rapid test dan antigen.

Rapid test sebagaimana diketahui kalangan umum merupakan test diagnostik cepat dengan melihat antibodi dalam darah.

Rapid test memang masih menjadi perdebatan karena dianggap kurang efektif mendeteksi Covid-19 dan hasilnya pun tak akurat.

Bahhkan, penggunaan rapid test pun sempat ditolak sebagai syarat administrasi oleh JRX SID dan kalangan lainnya di Indonesia.

Bahkan, drummer SID ini sekarang harus menjadi terdakwa karena kerasnya dia menolak rapid test sebagai syarat administrasi. Lalu bagaimana dengan test antigen? 

Diketahui, swab antigen atau yang lebih dikenal dengan rapid test antigen merupakan tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan.

Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Atas dasar itu, banyak yang memandang rapid test antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi.

Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi.

Namun, perlu dicatat juga, seperti rapid test antibodi, ada kemungkinan hasil rapid test antigen tak akurat.

Salah satu alasannya virus yang dipelajari antigen bisa jadi bukanlah SARS-CoV-2, melainkan virus lain seperti influenza.

Nah, bila orang dikatakan positif dari hasil rapid test antigen, maka yang bersangkutan diminta mengikuti swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut.

Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19.

Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah.

Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago