Categories: Denpasar & Badung

Efikasi Vaksin Sinovac Rendah Dibanding Vaksin Lain, Ini Kata Kadiskes

DENPASAR – Jika tidak ada aral melintang, Kamis (14/1) hari ini, Gubernur Bali Wayan Koster dan Forkompimda bakal menjalani vaksinasi Covid-19 produk Sinovac dari Tiongkok.

Yang menarik, efikasi vaksin Sinovac di Indonesia ternyata cukup rendah dibanding vaksin lain yang beredar di pasar.

Berdasar catatan, efikasi vaksin Covid-19 produk Moderna dan Pfizer BioNTech asal Amerika Serikat memiliki tingkat efikasi sebanyak 95 persen,

AstraZeneca Oxford University, asal Inggris memiliki tingkat efikasi sebesar 62 persen dan 90 persen, Gamaleya (Sputnik V) asal Rusia dengan tingkat efikasi sebesar 92 persen,

Sinopharm asal Tiongkok dengan tingkat efikasi 86 persen. Dan terakhir Sinovac (produksi Sinovac China dan PT Bio Farma Persero: Versi BPOM dengan tingkat efikasi sebesar 65,3 persen, sedangkan di Brazil 50,4 Persen. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, ada beberapa hal yang memicu tingkat efikasi vaksin Covid-19 berbeda antara satu dengan yang lain.

Menurut dr. Suarjaya, efikasi vaksin Covid-19, sangat tergantung pada jumlah yang diuji coba. Karena di Indonesia yang diuji coba sebanyak 1.620, hasil akhir sangat berpengaruh.

Dokter Suarjaya menambahkah, jika populasi positif Covid-19 terambil banyak, maka tingkat efikasi akan tinggi juga.

Kebetulan ujicoba di Indonesia pada daerah yang kasus positifnya rendah, sehingga efikasinya tidak setinggi di Brazil. Artinya tingkat efikasi ini sangat berpengaruh pada sampel. 

“Yang penting sudah sesuai dengan anjuran WHO, yaitu di atas 50 persen tingkat efikasi vaksin sudah dianggap bagus,” paparnya.

Untuk tahap awal, Indonesia memang sementara menggunakan vaksin Covid-19 produk Sinovac. Namun, untuk selanjutnya akan menggunakan beberapa jenis vaksin.

Seperti Novavax dan Pfizer. “Penggunaan merk Pfizer dapat digunakan untuk orang dengan umur 60 tahun keatas,” tambahnya. 

Dan, setiap vaksin yang baru datang harus mempunyai izin EUA dari BPOM. Jadi begitu vaksin yang baru datang, maka harus diuji terlebih dahulu pada BPOM Pusat, baru nanti akan diedarkan seperti Sinovac. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago