Categories: Denpasar & Badung

Ini Tuntutan Mahasiswa Papua di Bali sebelum Ditangkapi Polisi

DENPASAR – Puluhan mahasiswa asal Papua diamankan di kawasan Renon, Denpasar, Senin (8/3/2021) pagi. Mereka kemudian diangkut ke Polresta Denpasar. Padahal mereka belum sempat melakukan demonstrasi. 

Kendati demikian, para mahasiswa yang mengatasnamakan diri mereka Front Masyarakat Peduli Papua-Bali itu telah membagikan selebaran yang berisikan suara protes mereka kepada pemerintah. 

Ada beberapa hal yang menjadi tuntutan para pendemo. 1. Mereka menolak keras otonomi khusus jilid II; 2. Menolak pemekaran daerah otonomi baru di atas tanah Papua; 3. Mengutuk keras elit-elit Papua atau siapa pun yang mengatasnamakan rakyat Papua untuk melanjutkan otonomi khusus jilid II dan pemekaran di atas tanah Papua; 4. Menuntut Pemerintah Indonesia menghentikan operasi militer di wilayah Ndugama, Intan Jaya, di Puncak Jaya, serta tarik militer organik dan nonorganik di wilayah Papua; 5. Negara Indonesia dituntut untuk bertanggungjawab atas rententan kasus-kasus pelanggaran HAM Berat di atas tanah Papua sejak tahun 1960-an hingga sekarang. Dan yang ke-6, mereka menuntut agar pemerintah memberikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua. 

Tidak hanya pada selebaran, sejumlah tuntutan itu juga mereka tulis dalam selebaran poster yang mereka bawa. Namun, belum sempat melakukan aksi, puluhan mahasiswa ini langsung ditangkapi dan diangkut polisi ke Mapolresta Denpasar. 

Mereka di sana dikumpulkan di lapangan depan Polresta Denpasar. Beberapa dari mereka juga dimintai keterangan. 

Sebelumnya diberitakan, puluhan orang yang mengatasnamakan Front Masyarakat Peduli Papua-Bali ditangkap  kepolisian dari Polresta Denpasar dari sekitaran kawasan Renon, Denpasar. Itu terjadi pada Senin (8/3/2021) pagi, sebelum mereka menggelar aksi.  

Puluhan mahasiswa itu kemudian diangkut menggunakan truk ke Mapolresta Denpasar. Mereka dikumpulkan di halaman depan Mapolresta untuk selajutnya dimintai keterangan. 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan memberi alasan mengapa mereka ditangkap. Yakni dianggap membangkang dari ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Di mana kita tahu Bali salah satu provinsi yang memberlakukan PPKM. Tapi mereka masih membangkang. Pembangkangan mereka seolah tidak mau tahu dengan kondisi yang ada saat ini. Bahwa Bali saat ini sedang bergotong royong memutus mata rantai penyebaran covid. Malah mereka melaksanakan kumpul aksi yang tidak jelas tujuannya,” kata Kombes Jansen di Mapolresta Denpasar, Senin (8/3/2021).

Dia mengatakan, mahasiswa asal Papua itu telah diberi tahu terkait aturan PPKM saat ini di Denpasar yang membatasi kegiatan berkumpul. “Tujuannya supaya menunjukan kepada masyarakat bahwa kita ini peduli terhadap meningkatnya covid ini. tapi hari ini juga lihat sendiri kawan-kawan mahasiswa kita yang harusnya terpelajar memahami kondisi yang ada tetapi mereka memaksakan keinginan Mereka. Kita harus lakukan langkah tegas,” katanya.

Direktur LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning yang ikut mendampingi puluhan mahasiswa Papua itu mengatakan, awalnya saat di Polresta Denpasar, LBH tidak diizinkan bertemu dengan puluhan mahasiswa tersebut. Polisi beralasan prosedur rapid test. 

Setelah beberapa jam, sekitar pukul 14.39 WITA, barulah LBH Bali diberikan izin oleh Polisi untuk mendampingi dan bertemu para mahasiswa Papua tersebut. 

“Pukul 14.39 baru diperbolehkan bertemu dan kawan-kawan mahasiswa Papua dapat peringatan,” katanya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago