Categories: Denpasar & Badung

Disentil Walikota Usai Satpam Usir Selebgram, Ini Kata Puri Santrian

DENPASAR – Permasalahan privatisasi pantai kembali terjadi di Bali. Kasus ini menyeruak setelah seorang selebgram Mirah Sugandhi diusir satpam Hotel Puri Santrian, saat bermain di Pantai Sanur persis di depan hotel, Selasa (23/3) lalu. 

Di media sosial Instagram miliknya, Mirah spontan meluapkan kekesalan saat bermain pasir bersama anaknya  kemudian didatangi satpam dan ditanya, “Apakah kamu ( Mirah, red) tamu di hotel ini?”.

 Dengan tegas Mirah menjawab tidak. Kemudian, satpam melarang Mirah duduk disana karena pantai itu adalah kawasan hotel.

Satpam itu lalu meminta supaya Mirah main di pantai sebelah saja. “ Kaget aku tak tanya, kenapa saya tidak boleh disini?,” tanyanya. 

Sang satpam justru ngotot meminta Mirah tidak duduk disana dengan mata melotot isyarat supaya Mirah segera pergi.

Postingan sang selebgram spontan mendapat reaksi netizen. Beragam komentar muncul di laman akun @mirahsuandhi.

Yang menarik, ramainya perbincangan warganet seputar aksi konyol sang satpam yang mengusir masyarakat saat menikmati pantai langsung mendapat reaksi Walikota Denpasar IGN Jayanegara.

Usai memantau vaksinasi di Sanur, Walikota Jayanegara langsung ke Hotel Puri Santrian untuk menanyakan kronologis kejadian.

Katanya, pihak hotel langsung menegur satpam yang telah mengusir Mirah Sugandhi. Walikota meminta jangan terulang lagi permasalahan ini.

Politikus PDIP ini menegaskan bahwa pantai itu milik umum tak bisa dijadikan milik pribadi. “ Ketika saya dengar informasi begitu, saya langsung kesana setelah memantau vaksin.

Mereka bilang cara penyampaiannya yang salah dan kebetulan ada acara di hotel,” jelas Walikota Jayanegara.  

Sementara itu, pemilik Hotel Puri Santrian yang juga Ketua Yayaan Pembangunan Sanur, IB Sidharta Putra didampingi saudaranya yang juga  Ketua Bali Tourism Board (BTB) 

Ida Bagus Agung Partha mengatakan apa yang terjadi antara satpam hotel dengan selebgram Mirah Sugandhi hanyalah kesalahpahaman semata.

Gus Sidharta – sapaan akrabnya mengatakan bahwa tidak ada private beach di Sanur. Pihaknya tidak pernah melarang masyarakat umum menikmati pantai.

“Yayasan Pembangunan Sanur  justru berharap pariwisata di Sanur berjalan dengan baik. Kami (Puri Santrian) sudah 50 tahun beroperasi, kami adalah bagian  pergerakan kepariwisataan

berhubungan provinsi. Even besar Sanur Village Festival didukung oleh Puri Santrian. Ini masalah pertama walau niatannya baik,” jelasnya.

Diakuinya,  nelayan dan perahu nelayan selalu berjejal di depan hotel. Menurutnya, ini sebuah pelajaran untuk mereka sehingga bisa dijadikan evaluasi. 

Sanur adalah  sebuah destinasi yang harus dijaga kebersihan dan keamanannya. “ Sekali lagi ini pelajaran buat kami merubah komunikasi apalagi pandemi.  Masyarakat memiliki kesempatan yang sama,” terangnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago