Categories: Denpasar & Badung

Larangan Mudik, Volume Kendaraan di Tol Bali Mandara Diprediksi Turun

MANGUPURA – Larangan mudik liburan Lebaran diprediksi berdampak terhadap volume lalu lintas harian di Jalan Tol Bali Mandara, Badung.

Diprediksi akan mengalami penurunan sebanyak 15 persen  atau dari normal hari  berada pada angka 11 ribu kendaraan, akan diprediksi menjadi hanya 9.500 kendaraan.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT) I Ketut Adiputra Karang tak menampik ada menjadi penurunan volume kendaraan lalu lintas pengguna jalan tol.

Perkiraan tersebut berlaku selama 22 hari. Yakni dari H-10 hingga H+10 Lebaran, yang total jumlah kendaraannya diprediksi mencapai angka 210 ribu kendaraan.

“Tahun ini, perkiraan kami volume lalu lintas cenderung akan menurun 15% dari volume normal harian pasca Covid-19 sebesar 11 ribu,” terang Adiputra Karang.

Penurunan ini terjadi karena  adanya imbauan untuk tidak mudik yang berlaku untuk seluruh masyarakat. Sebab pada masa libur Lebaran, Bali kerap dibanjiri oleh kedatangan wisatawan.

Namun pihaknya tetap mendorong agar segenap masyarakat taat terhadap imbauan tersebut. Mengingat kebijakan itu dikeluarkan, tiada lain untuk kepentingan bersama, yakni memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pihaknya juga telah memasang spanduk imbauan agar tidak mudik, pada setiap mulut Tol Bali Mandara.

“Kami selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara mendukung imbauan pemerintah untuk tidak mudik. Mari kita dukung program pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19,” bebernya.

Kendati diprediksi mengalami penurunan tetapi ia memastikan bahwa seluruh sumber daya operasional seperti customer service, mobile customer service, PJR, ambulance, rescue, derek, dan Posko Lebaran disiagakan selama 24 jam.

Para petugas siap memberikan pelayanan optimal. Selain itu, untuk pemantauan kondisi lalu lintas terkini terdapat kamera CCTV, Variable Message Sign (VMS), dan Anemometer (alat ukur kecepatan angin).

“Meski demikian, kami imbau seluruh pengendara agar tetap berhati-hati, patuhi rambu lalu lintas, dan cek kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” terangnya.

Secara terpisah, Assistant Manager Operation & Maintenance PT JBT Putu Gandi Ginantra menambahkan, kondisi serupa sebenarnya sudah pernah terjadi pada tahun 2020.

Ketika itu volume normal harian berada pada angka 9-10 ribuan kendaraan. Kemudian begitu memasuki periode Lebaran, turun menjadi rata-rata 8 ribuan kendaraan.

“Hal tersebut tentu berbeda dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19, yakni pada tahun 2019 silam. Pada saat itu, volume normal

harian mencapai angka rata-rata 45-50 ribuan. Dan kemudian meningkat sebanyak 5%, pada saat periode Lebaran, ” pungkasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago