Categories: Dwipa

Gelombang Tinggi, Nelayan di Tabanan Pilih Tak Melaut

 

TABANAN- Cuaca buruk awal bulan Juni membuat sejumlah nelayan di Tabanan tidak melaut. Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) di wilayah Bali pada 30 Mei hingga 7 Juni 2022 mendatang.

 

Beberapa diantaranya terjadi di pesisir pantai wilayah Kabupaten Tabanan dengan ketinggian dan waktu yang berbeda. Nelayan diimbau berhati-hati saat melaut. Imbauan itu diikuti nelayan di Pantai Yeh Gangga yang memilih tidak melaut karena cuaca buruk.

 

Salah satu nelayan di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara I Wayan Murdika mengaku tak mencari ikan di laut. Ini karena cuaca buruk seperti angin dan gelombang tinggi. Ketinggian gelombang mencapai 2-2,5 meter lebih.

 

Untuk saat ini dominan di laut musim ikan bawal putih yang nilai jualnya lumayan. Meskipun begitu, Murdika tetap memilih keselamatan. “Sementara waktu tak melaut dulu demi keselamatan,” ucapnya, Kamis (2/6).

 

Kendati tidak melaut, Murdika mengatakan dirinya tetap bekerja serabutan.”Kalau kerja di darat apa saja, mulai dari ke sawah, buruh bangunan asal tidak menganggur. Bisa juga saya kerja perbaiki jaring tangkap,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut Arsana Yasa, mengakui ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 meter lebih saat ini. Sehingga banyak nelayan memilih tidak melaut sementara waktu.

 

“Karena gelombang laut masih tinggi pihaknya sudah mengingatkan sejumlah nelayan di Tabanan untuk menjauhkan alat tangkap dari bibir pantai agar tidak hanyut terbawa gelombang laut,” tuturnya.

 

Disisi lain Arsana Yasa juga mengingatkan bahwasannya BMKG telah menginformasikan adanya ancaman banjir rob yang akan terjadi di pesisir pantai wilayah Bali, termasuk Kabupaten Tabanan dalam satu minggu ke depan.  Banjir rob ini merupakan siklus yang terjadi setiap tahun, dan bagi masyarakat Bali merupakan peralihan sasih. Inipun juga berdampak terhadap gelombang laut.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Arsana Yasa,  wilayah pesisir di Tabanan yang akan terdampak banjir rob sesuai peringatan BMKG adalah Pantai Balian, Pantai Soka, dan Pantai Pasut. “Selain itu, ancaman banjir rob juga terjadi di Pantai Kelating, Pantai Yeh Gangga, Pantai Kedungu, dan Pantai Tanah Lot,” ungkapnya.

 

Arsana Yasa memprediksi dampak banjir rob di wilayah pantai pesisir Kabupaten Tabanan kali ini tidak separah tahun lalu, yang mana air laut meluber jauh dari bibir pantai. “Untuk tahun ini, ketinggian gelombang masih berada antara 0,5-1,5 meter. Kondisi ini masih cukup bagus dan tidak berbahaya untuk melaut,” tandasnya.(uli)

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago