Categories: Dwipa

Amor Ring Acintya, Bayi Berusia 3,5 Tahun Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang

SEMARAPURA- Seorang balita berusia 3,5 tahun berinisial I Gede P, asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan ditemukan meninggal dunia di dalam jurang tak jauh dari rumah kosan orang tua korban di Desa Tusan, Kecamatan Dawan, Senin lalu (15/8) sekitar pukul 19.15.

 

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Gede P sempat dinyatakan menghilang dari rumah mulai pukul 14.00. Ibu I Gede P, Ni Putu Apri Antiningsih, 21, menuturkan anak semata wayangnya itu awalnya dijaga tantenya di kamar kos pada Senin (15/8) pagi.

 

Namun, karena ada keperluan mendadak di kampus untuk mengurus beasiswa dan memerlukan wali, Putu Apri Antiningsih mengantar adiknya ke kampus mengurus beasiswa. “Anak saya selanjutnya dijaga suami saya (I Ketut Sumardika). Katanya mau diajak pulang ke rumah di Bakas karena ada upacara Ngaben. Ternyata tidak jadi pulang ke Bakas,” terangnya.

 

Saat mengasuh di kamar kos mulai pukul 11.00, korban dan ayahnya tertidur. Sekitar pukul 14.00, ayah korban terbangun dan melihat korban tidak ada di dalam kamar. Setelah berupaya mencari, korban tidak kunjung ketemu. Sumardika kemudian meminta bantuan warga sekitar dan juga pecalang. “Awalnya saya ditelepon, tapi tidak diberi tahu kalau anak saya hilang. Saat saya sampai kos sekitar pukul 16.00, baru saya dikasi tahu kalau anak saya hilang,” terangnya.

 

Kanit Reskrim Polsek Banjarangkan, Aiptu Ridwan ditemui terpisah mengungkapkan, pencarian sempat menggunakan gong lantaran korban tidak kunjung ketemu hingga malam hari. Sekitar pukul 19.30, seorang warga bernama Ketu Mahardika menemukan korban berada di dasar jurang dengan kondisi terendam air. “Balita itu lalu dilarikan ke Puskesmas Banjarangkan I, namun petugas medis menyatakan Gede P sudah meninggal dunia,” terangnya.

 

Berdasarkan hasil visum dari petugas medis Puskesmas Banjarangkan I, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum. Selanjutnya jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan. “Anak ini memang agak hiperaktif. Jarak kosan dengan lokasi ditemukannya mayat korban sekitar 15 meter,” tandasnya.

 

Bendesa Bakas, Tjokorda Oka Adnyana menambahkan, jenazah korban telah dimakamkan Selasa (16/8) sekitar pukul 02.00. Sebelum dimakamkan, pihak keluarga telah meminta petunjuk sulinggih. Lalu diputuskan pemakaman dilakukan saat dini hari. (ayu)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago