Categories: Dwipa

Awalnya Dikira Sampah, Ternyata Mayat Bayi dalam Kantong Plastik

GIANYAR– Pegawai dan warga di sekitar pusat pemerintah (Puspem) Kecamatan Payangan, geger. Ini, setelah petugas bagian bersih-bersih menemukan jasad bayi terbungkus dalam kantong plastik, Selasa (4/10) pukul 07.30.

Awalnya, petugas sapu bernama Ni Wayan Guniantari menyapu di area puspem. Ketika ia menyerok kantong plastik yang dikira sampah, ternyata berisikan jasad bayi laki-laki.

Camat Payangan Made Widana, membenarkan penemuan jasad bayi laki-laki pertama kali oleh tukang sapu, Ni Wayan Guniantari. “Setelah selesai menyapu di dalam (gedung), saksi ke parkiran Puskesmas dan menyapu. Dikira sampah awalnya,” kata Camat Payangan.

Kantong plastik yang awalnya dikira sampah yang dibuang sembarangan itu langsung saja diserok menggunakan alat serok sampah. “Tapi sama tukang sapu itu, kok rasanya bukan sampah,” sambungnya.

Saat diangkat, tidak ada kecurigaan dari tukang sapu. Karena bungkus kresek itu diikat tersimpul. Bungkusan itu kemudian dibawa ke depan hendak dibuang ke tempat sampah. Namun tukang sapu mulai penasaran dengan sampah plastik cukup besar di areal Puspem itu.

Akhirnya dia memanggil rekannya sesama tukang sapu untuk membuka. “Akhirnya dibuka, ternyata ditemukan bayi. Sudah meninggal, meninggal saat ditemukan,” jelasnya.

Puspem yang berada di Banjar Semaon, Desa Puhu, itu satu areal dengan Kantor Camat, UPTD Puskesmas Payangan dan Koramil. Tukang sapu yang kaget menemukan bayi itu langsung melapor ke petugas terkait. “Di sana kan dekat sama Babinsa. Dipanggil pak Babin,” ungkapnya.

Mendapat laporan, petugas terkait langsung turun mengecek kondisi bayi tersebut. Termasuk dari Polsek Payangan ikut melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. “Bayinya cowok. Kata ibu dokter habis meriksa, perkiraan usia 8 bulan kandungan,”ucapnya.

Kini, jasad bayi tersebut dititipkan di RSU Payangan. Kepolisian dari Unit Reskrim pun langsung menelusuri siapa pembuang orok tersebut.

Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya, menyatakan jasad bayi telah divisum luar. Untuk berat badan bayi 2,25 kg dengan panjang badan 48 cm. Jari pada kaki dan tangan lengkap serta normal. “Bayi diperkirakan dibuang pada dini hari mengingat kondisi bayi masih lemas,” ujarnya.

Polisi masih memburu siapa yang tega membuang bayi tersebut. Salah satunya dengan meminta keterangan pemilik toko seluler di depan Puspem. Pemilik toko terakhir kali hanya melihat kelompok pemuda nongkrong di Puspem pada Senin petang sekitar pukul 19.00. Pukul 20.30 kelompok pemuda itu membubarkan diri. Dan pukul 22.00 toko seluler tutup. “Terkait dengan adanya kejadian tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (dra)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago