Categories: Radar Buleleng

Viral, Komunitas Waria Joget Saat Pengabenan

SINGARAJA– Sebuah tayangan kini sedang viral di media sosial TikTok. Sejumlah waria, terlihat sedang mejogedan di sela-sela upacara pengabenan. Peristiwa itu ternyata terjadi di Kabupaten Buleleng. Adalah Komunitas Waria dan Gay Singaraja (Wargas) yang melakukan aksi tersebut.

 

Aksi itu berlangsung pada Senin (18/4). Aksi dilakukan di sela-sela upacara pengabenan Putu Arya Santika. Dia adalah anggota Komunitas Wargas. Di komunitas, Putu Arya Santika lebih dikenal dengan nama Tika Inces Widuri.

 

Sesepuh Wargas Singaraja, Sisca D. Panggabean mengungkapkan, Tika merupakan salah seorang waria yang aktif di komunitas. Dia kerap bergiat di ranah kesenian tradisional. Terutama di kesenian jogged. Tika bahkan pernah pentas di sejumlah lokasi di Bali.

 

Menurut Sisca, sejak setahun terakhir Tika sudah sakit-sakitan. Dia punya keluhan pada lambung. Sebab Tika kerap menjalani diet ketat. Sekitar sepekan lalu, Tika kembali jatuh sakit hingga harus diopname di RSUD Buleleng.

 

Tak disangka, Tika menghembuskan nafas terakhir di RSUD Buleleng, pada Kamis (14/4).

 

Setelah meninggal, keluarga Tika di Desa Banjarasem melakukan upacara metuunan. Dalam upacara itu, mendiang meminta agar teman-temannya hadir di upacara pitra yadnya. Sekaligus menghaturkan sesolahan jogged. Teman-temannya maklum dengan permintaan itu. Sebab Tika bergiat di Sekaa Celedu Nginyah – sekaa joged bentukan Wargas.

 

“Kami waktu itu maklum dengan permintaan almarhum. Cuma kami khawatir nanti masyarakat protes. Karena ini kan acara duka, masa sih kami harus ngibing. Kami khawatir keluarga dan banjarnya dikecam. Takutnya dibilang kami yang bencong-bencong ini berulah. Akhirnya kami konsultasi dengan tetua dan beliau-beliau semua mengizinkan, ya sudah,” kata Sisca saat ditemui di Kelurahan Banjar Bali, Selasa (19/4).

 

Sisca menuturkan ada 10 orang penari yang menampilkan joged. Aksi itu dilakukan di sepanjang jalan dari rumah duka menuju setra. Selain itu saat jenazah dibakar, para waria juga melakukan sesolahan joged di sekitar jenazah almarhum.

 

Ia pun tak menyangka bila video itu akan viral di media sosial. “Kami hanya menjalankan permintaan terakhir rekan kami. Supaya almarhum tenang di alam sana. Kalau ada masyarakat yang merasa kurang sependapat, kami memohon maaf,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Sisca mengatakan, sosok Tika dikenal sebagai seorang pragina yang andal. Mendiang mempelajari kesenian itu secara otodidak. Sejak 2011, mendiang sudah menggeluti kesenian joged. Hingga berkeliling Bali. Mendiang juga disebut menjadi tulang punggung keluarga.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago