Categories: Radar Buleleng

Karena Tak Optimal, Dua Sumur Pompa Ditutup

SINGARAJA ­­– Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng, akan menutup dua sumur pompa. Masing-masing sumur pompa di Desa Bestala dan sumur pompa di Desa Kekeran. Penyebabnya kedua sumur pompa itu tak maksimal lagi menghasilkan air.

 

Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita, Made Lestariana mengungkapkan, selama ini sumur pompa tersebut digunakan untuk mengoptimalkan layanan di dua kecamatan. Sumur pompa di Desa Bestala biasanya menyuplai air ke reservoar Desa Ringdikit. Selanjutnya air itu disuplai ke sejumlah desa yang ada di Kecamatan Seririt.

 

Sementara sumur pompa Kekeran, hanya menampung air di reservoar kekeran. Selanjutnya air dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. Termasuk di Desa Busungbiu.

 

Lestariana mengungkapkan dari hasil evaluasi, produksi air terus menurun. “Dulu saat awal kami buka, debitnya sampai 14 liter per detik. Beberapa tahun terakhir produksinya terus turun. Sekarang hanya sisa 1,5 liter per detik,” ujar Lestariana.

 

Dengan kondisi tersebut, produksi air baku di kedua sumur itu dinilai sudah tidak efektif dan efisien. Sebab dari hitung-hitungan kasar, masing-masing pompa hanya sanggup melayani 150 kepala keluarga. Sementara jumlah pelanggan di kedua wilayah itu cukup besar.

 

Diduga penyusutan debit air minum itu terjadi karena kerusakan lingkungan. Dampaknya baru dirasakan pada beberapa tahun terakhir. Lestariana mengklaim upaya rehabilitasi lingkungan telah dilakukan. Hanya saja upaya itu belum membuahkan hasil.

 

“Kami sudah lakukan penghijauan beberapa tahun lalu, tapi memang belum bisa menambah debit. Jadi kita menanam pohon hari ini, mungkin hasilnya 15-20 tahun lagi baru mulai muncul,” imbuhnya.

 

Solusinya perumda akan memanfaatkan kuota air baku dari Sistem Penyediaan Air Minum Buleleng Jembrana (SPAM Burana). Dari kuota sebanyak 300 liter per detik, kini perumda baru memnfaatkan 30 liter saja.

 

“Ketimbang mempertahankan dua sumur pompa di Bestala dan Kekeran, justru lebih efisien memanfaatkan dari SPAM Burana. Tahun ini juga akan kami tutup, dan kami akan fokus lakukan rehabilitasi kembali supaya produksinya juga bisa meningkat,” tukasnya. (eps)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago