Categories: Radar Buleleng

Semalam Dua Rumah Ludes Terbakar, Warga harus Ekstra Hati-hati

SINGARAJA– Warga di Buleleng harus ektsra hati-hati, sebab musibah kebakaran rentan mengintai. Buktinya dalam semalam ada dua peristiwa kebakaran yang terjadi. Salah satu di antaranya membakar tempat ibadah di merajan rumah.

Insiden pertama terjadi di Banjar Dinas Celuk, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Rumah milik Luh Resi, 68, warga setempat, hampir ludes dilahap api. Salah satu perangkat elektronik miliknya mengalami korsleting dan dengan cepat menyambar bagian rumah lainnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00, Senin (19/9) malam. Peristiwa bermula saat pemilik rumah mendapati perangkat radio miliknya mengeluarkan asap. Belum sempat mencabut listrik, api sudah langsung berkobar dan menyambar plafon rumah. Selain itu jilatan api juga sempat menyambar kasur di dekat radio, sehingga api dengan cepat berkobar.

Warga pun bahu membahu berusaha memadamkan api. Api akhirnya berhasil dipadamkan 30 menit kemudian, setelah personel Dinas Pemadam Kebakaran dari Pos Kubutambahan, datang ke lokasi kejadian.

Peristiwa kebakaran juga terjadi di Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. Salah satu pelinggih di merajan milik Dewa Made Murjana, 67, ludes dilahap api. Insiden itu terjadi sekitar pukul 21.00, Senin malam.

Pemilik rumah tak mengetahui pasti kejadian tersebut. Sebab sudah beristirahat di dalam rumah. Mereka baru tersadar setelah sang istri, Desak Putu Oka mendengar warga teriak kebakaran.

Saat terbangun mereka mendapati api bersumber dari merajan. Warga pun berdatangan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Diduga kebakaran berasal dari percikan api dupa. Sebab saat korban melakukan persembahyangan, angin cukup kencang di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng Made Subur mengungkapkan, sejak Agustus lalu intensitas kebakaran kian meningkat. Kebakaran bukan hanya melahap rumah, tapi juga melahap lahan-lahan perkebunan kering.

“Beberapa minggu ini, justru yang paling banyak itu kebakaran lahan. Sudah lebih dari 20 laporan kebakaran lahan yang kami tangani,” ujar Subur.

Selain itu bangunan rumah juga dinilai rentan kebakaran. Sebab masyarakat masih menggunakan instalasi listrik lama dengan model kabel serabut. Ada pula yang memilih menyambungkan kabel demi mendapat akses listrik.

“Hal itu sangat berbahaya. Biar gampang dapat akses listrik, ada beberapa stop kontak yang nyambung. Itu meningkatkan bahaya kebakaran. Jadi lebih baik masyarakat mengecek instalasi listrik di rumah mereka supaya tidak terjadi kebakaran,” tukasnya. (eps)

 

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago