kemarau-debit-air-menurun-1781-persen-ayo-mulai-berhemat
RadarBali.com – Musim kemarau bulan Agustus ini membuat debit air di Buleleng menurun. Angkanya mencapai 17,81 persen.
Meski begitu, kondisi ini menurut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng masih cukup aman.
Menurut Direktur PDAM Buleleng I Made Lestariana kepada Jawa Pos Radar Bali, kuantitas debit air di Buleleng mencapai 709 per detik dengan jumlah pelanggan 46.746 ribu per bulan Juli ini.
“Debit air sebenarnya cukup secara kuantitas. Diasumsikan 1 liter per detik bisa untuk 80 pelanggan, jadi bisa untuk 56 ribu pelanggan,” ujar Lestariana.
Tapi, sejak memasuki bulan kemarau ini, berdasar hasil penelitian tim PDAM Buleleng, debit air turun di angkat 17,81 persen atau sekitar 517 per detik.
“Musim kemarau cukup terik sehingga minus sedikit. Tapi secara umum, pelayanan kami masih terkendali,” katanya.
Lalu bagaimana bila terjadi kekeringan? “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak BPBD Buleleng untuk membantu menyalurkan air bersih ke warga. 5 armada sudah kita siapkan,” jelasnya.
Hal ini jadi tantangan bagi PDAM Buleleng di tengah usianya yang hari ini sudah 31 tahun.
Sebagai catatan, PDAM Buleleng menyumbangkan PAD tahun 2016 lalu sebesar Rp 4,79 miliar. Tahun 2017 ditarget turun tipis menjadi Rp 4,783 miliar.
“Kami ikut mendorong perekonomian daerah. Targetnya dapat memberi kontribusi terhadap PAD,” ungkapnya.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…