Categories: Ekonomi

Apes…Harga Anggur Hijau Anjlok, Petani Jual Murah Agar Balik Modal

GEROKGAK – Harga jual komoditas anggur hijau, kini benar-benar anjlok. Petani terpaksa menjual murah hasil panen kebun, dengan harapan bisa balik modal.

Semula, petani anggur sudah bekerjasama dengan pegusaha setempat. Namun tidak ada perjanjian tertulis, sehingga beberapa kali terjadi perubahan perjanjian. Kondisi itu pun tak pelak merugikan petani anggur.

Sejak beberapa tahun terakhir, di wilayah Kecamatan Gerokgak, dikembangkan perkebunan anggur hijau. Setelah panen, komoditas itu disalurkan pada perusahaan wine di Bali.

Hanya saja, dari tiga musim panen dalam setahun, hanya dalam dua musim panen saja hasil panen petani diserap oleh perusahaan.

Pada musim panen saat ini misalnya. Komoditas petani tidak diserap perusahaan. Dampaknya, petani harus menjual hasil panen mereka dengan harga ekstra murah.

Saat dijual ke perusahaan, anggur mereka biasanya dijual dengan harga Rp 7.500 per kilogram. Kini saat tak terserap perusahaan, hasil panen hanya dijual Rp 3.500 per kilogram.

Salah seorang petani anggur, Jro Mangku Putu Suarjana mengaku kondisi ini sangat memukul petani. Petani terpaksa menjual dengan harga murah, agar bisa mendapatkan kembali biaya produksi.

Sementara harapan mendapat untung, terpaksa dikubur dalam-dalam. Menurut Suarjana, perusahaan hanya berani mengambil hasil panen dua kali dalam setahun.

Padahal petani berharap, hasil panen itu bisa diserap hingga tiga kali dalam setahun. “Perusahaan tidak datang. Hanya penyotek (calo, Red) yang datang.

Ketimbang tidak dapat sama sekali, diminta harga segitu (Rp 3.500, Red), ya kami berikan. Biar modal bisa balik saja,” kata Suarjana.

Menurutnya, peluang bertani anggur hijau sebenarnya cukup menggiurkan. Dari lahan seluas 40 are, seorang petani bisa mendapatkan untung bersih hingga Rp 30 juta dalam sekali panen.

Dengan catatan harga jual sesuai dengan harga harapan petani, yakni Rp 7.500 per kilogram.

“Harapan kami, mudah-mudahan pemerintah bisa memperjuangkan petani seperti kami ini. Biar kami tidak digantung. Paling tidak dicarikan pasar, agar kami bisa dapat untung juga,” harap Suarjana. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago