Categories: Ekonomi

Lombok Marathon, Seleksi Ribuan Pelari Muda

RadarBali.com– Even Lombok Marathon 2018, Minggu pagi (28/1), sukses.

 Buktinya diikuti 1.300 peserta berbayar, dan 2.700 siswa SMA/ SMK se-Kota Mataram digratiskan.

Di balik even ini, memang ada niat mulia. Yakni, menjaring bibit pelari muda. Sehingga, ada ribuan tiket gratis ini.

Hanya memang, sempat terjadi miskomunikasi, lantaran saat runner finish, tak langsung dapat medali.

 Kok bisa? Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB mengklarifikasinya.

 ’’Saya mewakili Pemerintah Provinsi dari Dispar NTB, menyampaikan permohonan maaf. Itu di luar skenario kami. Tidak ada niat dari kami untuk lakukan hal kurang berkenan kepada peserta lari,’’ kata Kepala Dispar NTB Lalu Moh. Faozal, saat jumpa pers, di Mataram, Senin lalu (29/1).

Dijelaskan, ada pembagian tugas Dispar, KONI, dan event organiser (EO).

’’Memang kami bersepakat bahwa, Dispar lakukan persiapan venue dari start hingga finish. Untuk pendaftaran peserta dilakukan KONI. Kami bersama Ketua KONI juga melakukan persiapan di lapangan,’’ paparnya.

Diakui, ada kekurangan even ini. Tetapi, dari segi kualitas pagelaran even lari tersebut tidak kalah dengan daerah lain.

Ketua  KONI NTB Andy Hadianto minta maaf ke masyarakat NTB. Katanya, hal itu akibat keterlambatan datangnya medali dari penyelenggara even.

 Karena itulah, penyelenggara mengambil langkah saat pelari finisher sampai garis finish, sementara diberi kalung yang bisa ditukar medali.

’’Tapi, begitu medali datang sekitar pukul 09.00 WITA dan dibawa ke salah satu tenda oleh staf EO Dunia Lari, semua peserta datang untuk memburu medali, maka ricuhlah,’’ jelasnya.

Apa medalinya kurang? Katanya, sudah disiapkan 2.000 medali untuk empat kategori, sehingga masing-masing ada 500 medali. ’’Sebenarnya hanya tidak sabar peserta ini,’’ timpal Andy.

Baik Faozal dan Andy sepakat untuk  melakukan evaluasi kembali terhadap penyelenggara even serupa.

 Ini mengingat potensi sport tourism Lombok-Sumbawa sangat bagus.

 Karena multiplier effect dari sport tourism tersebut. Baik untuk pergerakan perekonomian di NTB.

 Terutama bagi pelaku dunia pariwisata: perhotelan, kuliner, dan toko oleh-oleh di Lombok-Sumbawa. (dan/djo)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago