Categories: Ekonomi

Bisnis Tanaman Sedap Malam Menjanjikan, Per Bulan Tembus Rp 21 Juta

TABANAN – Bunga sedap malam di Bali menjadi buruan para pelaku usaha jasa wisata. Tanaman ini banyak dicari hotel hingga restoran.

Terlebih usaha wedding organizer (WO) yang memerlukan pasokan bunga sedap malam untuk dekorasi acara pernikahan dan mempercantik ruangan.

Tanaman dengan nama latin polianthes tuberosa ini dikembangkan salah satu petani di Desa Tunjuk, Marga, Tabanan untuk memenuhi permintaan pedagang di pasar tradisional dan industri pariwisata.

Petani tanaman bunga sedap malam, Nengah Suarta mengaku memilih tanaman ini untuk mengurangi alih fungsi lahan.

Disamping itu dia merasa prihatin karena kurangnya minat generasi muda berkecimpung di dunia pertanian.

Karena itu, dia mencoba mengembangkan bunga sedap malam guna menggairahkan minat kalangan muda mengikuti jejaknya.

“Generasi tani untuk anak-anak itu tidak ada. Kebanyakan petani dari usia tua,” katanya. Dia memiliki keinginan untuk menularkan budaya bertani kepada generasi muda.

Menurutnya, usaha bertani tidak bisa dipandang remeh. “Karena dari segi penghasilan cukup menjanjikan,” imbuh Suarta.

Dia mengungkapkan, bunga yang mengeluarkan bau wangi pada malam hari itu banyak diperlukan di hotel-hotel dan florist atau toko penjual bunga.

“Permintaan memang tinggi namun di Bali masih jarang yang memproduksi jenis bunga sedap malam,” bebernya.

Ketertarikan untuk menanam bunga sedap malam karena nilai jualnya tergolong tinggi dengan perawatan yang cukup mudah dan sederhana.

Nilai jual bunga sedap malam sendiri mencapai Rp 1.000 sampai Rp 1.200 per batang. Untuk lahan seluas satu are diperlukan bibit bunga sedap malam sebanyak 1 kilogram.

“Sekarang saya punya tanaman bunga sedap malam seluas 118 are,” akunya. Sejak masa tanam hingga panen terbilang mudah dengan waktu hingga empat bulan hingga berbunga.

Sementara untuk pemanfaatan tanaman bisa berlangsung antara dua sampai tiga tahun. “Tanaman ini lebih cocok di area persawahan karena airnya melimpah.

Jenis tanaman ini perlu air yang cukup banyak,” terang dia. Dengan luas lahan tersebut Suarta mengaku dalam sehari mampu memproduksi 700 batang bunga sedap malam bahkan hingga 1.200 batang.

Dia malah kerap kewalahan memenuhi permintaan pasar. “Penjualan dalam sebulan bisa tembus Rp 21 juta,” pungkasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

6 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago