Categories: Ekonomi

WASPADA! Wisata Berkedok “Zero Dollar Tour” Ancam Penerimaan Pajak

DENPASAR – Maraknya praktik wisata berkedok “Zero Dollar Tour” mulai menuai sorotan para pelaku pariwisata.

Bahkan, maraknya paket tour “nol dollar” itu juga dinilai bisa mengangcam pendapatan devisa.

 

Kok bisa?

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, dikonfirmasi Jumat (14/9) mencontohkan, bila dibandingkan dengan pengeluaran wisman Tiongkok di Thailand, pengeluaran wisman Tiongkok di Indonesia dinilai masih sangat rendah.

Dikatakan, belanja wisman Tiongkok di Indonesia secara rata-rata sebesar USD 965, lebih rendah dibanding pengeluaran wisman Tiongkok di Thailand yang mencapai USD 2.026 pada tahun 2017.

 

Sementara itu, pengeluaran wisman Tiongkok di Indonesia juga masih lebih rendah disbanding rata-rata pengeluaran wisman di Indonesia yang sebesar USD 1.170.

Hal ini menyebabkan adanya lost opportunity sekitar USD 205 per wisman. Jika potensi tersebut dikalikan total wisman Tiongkok yang datang ke Indonesia sepanjang periode 2014- 2017, maka total lost opportunity akan mencapai USD 260 juta.

“Salah satu penyebab tidak optimalnya penerimaan devisa negara dari kedatangan wisatawan Tiongkok adalah adanya praktek pemasaran Zero dollar Tour yang ditawarkan oleh agen perjalanan wisata.

Melalui paket wisata tersebut, agen wisata menawarkan harga paket wisata yang sangat murah, bahkan hanya senilai biaya tiket perjalanan,” papar Causa Iman Karana.

 

Namun demikian, wisatawan yang mengambil paket wisata tersebut harus mengikuti jadwal tour yang telah ditetapkan oleh agen wisata.

 

Lewat hal tersebutlah agen wisata menerapkan praktek monopoli dimana wisatawan diharuskan untuk berbelanja di tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh agen wisata.

Tempat berbelanja tersebut sudah terafiliasi dengan agen wisata yang menawarkan paket “Zero Dollar Tour” sehingga harga barang-barang yang ditawarkan jauh lebih tinggi dan dengan metode pembayaran non tunai.

 

Hal ini tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga merugikan negara yang dikunjungi oleh wisatawan karena kehilangan potensi pajak.

Demikian halnya para pelaku pariwisata di Bali, praktek “Zero Dollar Tour” juga sudah banyak dipraktekkan di Bali, sebagaimana dipraktekkan di Thailand dan Vietnam.

Oleh karena itu, kata Causa, perlu upaya untuk memberantas praktek tersebut sehingga tidak ada lost opportunity dari penerimaan devisa wisman Tiongkok.

“Upaya yang bisa dilakukan untuk memberantas praktek tersebut bisa mengacu pada upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah Thailand,” pungkas Causa

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago