Categories: Ekonomi

Penyelundupan Tinggi, Populasi Sapi Bali di Jembrana Turun Drastis

NEGARA – Jumlah populasi sapi Bali di Jembrana pada tahun 2018 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Penambahan populasi sapi ini hanya sekitar 1.400 ekor dalam setahun. Namun, dibandingkan dengan tahun 2014 hingga 2016, jumlah populasi sapi Bali menurun drastis.

Padahal, tidak ada penyakit mematikan seperti penyakit Jembrana sejak 10 tahun terakhir. Berdasar data dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, populasi ternak sapi Bali di Jembrana pada tahun 2018 lalu sebanyak 31.252 ekor tersebar di lima kecamatan.

Populasi ini bertambah dari tahun 2017 lalu yang hanya 29.759 ekor atau bertambah 1493 ekor dalam setahun.

Akan tetapi, jumlah sapi yang naik pada tahun lalu berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sejak tahun 2014, populasi sapi Bali menurun drastis. Data tahun 2014 sebanyak 52.306 ekor, berkurang lagi pada tahun 2015 menjadi 51.825 ekor.

Selanjutnya pada tahun 2016 berkurang drastis menjadi 45.771 ekor. Kemudian pada tahun 2017 hanya 29.759 ekor.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, pengurangan dan pengurangan jumlah sapi Bali ini bukan hanya karena penurunan jumlah sapi Bali.

Melainkan dipengaruhi pada sistem pendataan. Pendataan sebelumnya hanya menggunakan sampling di masing-masing kecamatan, sedangkan tahun 2018 menggunakan sistem hitung langsung melibatkan perangkat desa.

“Pada pendataan tahun lalu (2018) kami melakukan pendataan melibatkan Kelian Banjar, sehingga diperoleh angka real populasi sapi Bali,” jelasnya.

Berkurangnya sapi Bali ini diduga akibat penyelundupan sapi Bali ke luar Bali melalui sejumlah pelabuhan tradisional di pesisir Jembrana.

Salah satunya melalui pesisir pantai Sumbersari. Karena pengurangan sapi Bali dipastikan bukan karena penyakit yang mematikan sapi.

Terkait dugaan penyelundupan sapi Bali tersebut, Sutama tidak menampik adanya informasi penyelundupan sapi Bali melalui sejumlah pelabuhan tradisional di Jembrana.

Akan tetapi, sapi-sapi yang diduga diselundupkan ke luar Bali tersebut tidak hanya dari Jembrana, tetapi dari kabupaten lain di Bali.

“Kalau masalah penyelundupan itu kewenangan Provinsi dan kepolisian, kami tidak ada pemantauan khusus,” ungkapnya.

Kewenangan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait hanya untuk pembinaan peternak untuk pengembangbiakan sapi Bali dan pemurnian sapi Bali.

Karena itu, program pemberian bibit sapi pada peternak mulai gencar dilakukan sejak setahun terakhir.

 

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago