Categories: Ekonomi

Virus Mozaik Serang Tembakau, Petani Terancam Tak Bisa Dipanen

SINGARAJA – Penyakit virus mozaik membuat petani tembakau di Kabupaten Buleleng ketar-ketir. Pasalnya penyakit ini kembali muncul dan menyerang tanaman tembakau.

Apabila tak segera ditangani, penyakit itu terancam meluas dan menyerang tembakau lainnya. Virus tersebut hampir tiap tahun menyerang lahan perkebunan tembakau di Buleleng.

Tahun lalu, tercatat ada lima hektare lahan perkebunan yang terserang mozaik. Lahan itu berada di Desa Baktiseraga dan Desa Panji.

Nah tahun ini virus kembali menyerang perkebunan warga. Kali ini virus menyerang perkebunan yang ada di Desa Patemon, Kecamatan Seririt.

Tak tanggung-tanggung, luas lahan yang terserang penyakit mencapai 20 hektare. “Serangannya kami temukan di Kelompok Tani Sari Daun Pertiwi, Desa Patemon.

Seluas 15 hektare itu masih serangan dengan intensitas ringan, sedangkan 5 hektare lagi intensitasnya sudah berat,” kata Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta.

Biasanya, jelas Sumiarta, pohon yang terserang virus mozaik akan tumbuh kerdil. Gejala awal berupa warna hitam pada batang, selanjutnya terjadi proses pembusukan yang sangat singkat.

Akibatnya daun tembakau yang dihasilkan menjadi keriting, sehingga tak layak jual. Menurutnya, luas serangan virus itu terbilang cukup menghkawatirkan.

Pasalnya luas serangan mencapai sepertiga dari total luas lahan tembakau di Desa Patemon. Luas lahan di Patemon sendiri mencapai 60 hektare.

Mengantisipasi hal tersebut, Sumiarta mengatakan sudah melakukan edukasi pada petani melalui Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT).

Petani juga diminta berhati-hati dalam mengatur pola pengairan, agar serangan virus tak meluas.

“Penyebarannya kan bisa lewat pengairan irigasi, makanya kami himbau agar berhati-hati. Kalau tidak begitu, bisa habis satu lahan itu kena mozaik semua.

Selain itu kami merekomendasikan tembakau yang sudah kena intensitas berat agar dicabut saja, biar tidak menyebar lebih luas lagi,” kata Sumiarta.

Sementara untuk tanaman yang masih relatif aman, Distan menyarankan petani mengaplikasikan fungsida pada tanaman. Fungsida disebut sebagai musuh alami virus mozaik, sehingga bisa mencegah penyebaran virus.

Sekadar diketahui, saat ini luas lahan tembakau di Kabupaten Buleleng mencapai 343,5 hektare. Lahan tersebut tersebar di sejumlah desa.

Di antaranya di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Desa Panji, Panji Anom, dan Tegallinggah di Kecamatan Sukasada. Serta Desa Lokapaksa dan Desa Patemon di Kecamatan Seririt.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago