Categories: Ekonomi

Nilai Jual Menjanjikan, Petani Buleleng Didorong Tanam Cabai Rawit

SINGARAJA  – Petani di kawasan Buleleng Barat kini didorong mengembangkan komoditas cabai rawit. 

Komoditas ini memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan. Kondisi lahan di wilayah Buleleng Barat pun dianggap cocok untuk media tanam cabai rawit.

Tahun ini, Dinas Pertanian Buleleng mengembangkan lahan percontohan cabai rawit seluas 50 hektare. 

Lahan percontohan itu tersebar di Desa Patas, Desa Tukadsumaga, dan Desa Pengulon di Kecamatan Gerokgak, serta Desa Kalisada di Kecamatan Seririt.

Di Desa Patas, lahan yang dikembangkan mencapai 20 hektare yang tersebar di Subak Abian Abdi Pertiwi, Subak Abian Sidi Karya, Subak Abian Giri Asih Lestari, dan Subak Abian Pengodaran. 

Sementara di Desa Tukadsumaga, dikembangkan di Subak Abian Laba Karya. Di Desa Pengulon dikembangkan di Subak Abian Merta Sari. 

Serta di Desa Kalisasada dikembangkan di Subak Kalisada. Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Buleleng I Gede Subudi mengatakan, komoditas cabai rawit cukup menjanjikan, terutama di wilayah Buleleng Barat. 

“Biasanya bulan Desember sampai Januari petani di Desa Sumberklampok, Pejarakan, Sumberkima, dan Pemuteran itu mulai menanam cabai. Sekarang kami coba di sekitar Patas sampai Kalisada,” kata Subudi.

Menurutnya, komoditas cabai rawit merah Buleleng sangat menjanjikan. Buktinya pada 2017 lalu, cabai rawit merah Buleleng berhasil duduk di posisi runner up pada Pekan Nasional Petani dan Nelayan di Aceh, pada 2017 silam. 

Cabai rawit Buleleng hanya kalah dengan cabai keriting Aceh. Dengan luasan tanam hingga satu hektare, Subudi memprediksi produksi cabai rawit merah berkisar antara 5-7 ton.

Biasanya setelah cabai berusia 4 bulan, sudah siap dipanen. Masa panen pun bisa berlangsung selama dua bulan, dengan enam kali masa panen.

“Kami sedang coba mengatur pola tanam, supaya sepanjang tahun bisa panen cabai. Sehingga tidak ada lonjakan harga pada bulan-bulan tertentu, seperti beberapa tahun lalu,” tukasnya.

Sekadar diketahui, hingga September 2019, luas tanam cabai rawit di Buleleng mencapai 346 hektare. Sementara produksi cabai sudah mencapai angka 13.479 hektare.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago