Categories: Ekonomi

Pasar Menjanjikan, Komoditi Kopi Robusta Makin Serius Digarap

BUSUNGBIU – Komoditas kopi Buleleng kini makin dikenal. Terutama kopi robusta. Komoditas kopi ini memiliki konsumen yang loyal, dan ceruk pasar yang luas.

Pemerintah pun makin serius menggarap potensi pertanian dan pemasaran komoditas ini. Saat ini luas lahan pertanian kopi di Buleleng mencapai 11.033,87 hektare.

Seluas 9.422,87 hektare diantaranya merupakan lahan pertanian kopi robusta, dan 1.611 hektare sisanya merupakan lahan pertanian arabika.

Hampir seluruh kecamatan di Buleleng, terdapat populasi pohon robusta. Hanya di Kecamatan Buleleng dan Gerokgak saja, kopi robusta tak ditemukan.

Lahan pertanian kopi robusta paling luas ada di Kecamatan Busungbiu, dengan luas lahan mencapai 4.546,75 hektare.

Saking luasnya kebun pertanian kopi di wilayah tersebut, banyak muncul merk kopi lokal. Salah satunya di Desa Pucaksari.

Petani di desa setempat yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Kutul Amerta Rahayu mengembangkan produk kopi yang dinamakan Kopi Kutul Robusta.

Ketua Poktan Kutul Amerta Rahayu I Nyoman Cindrayama mengatakan, petani setempat sebenarnya sudah mengembangkan kopi secara turun temurun.

Cindramaya sendiri mendapat “warisan” tanaman kopi dari orang tuanya. Pohon kopi yang ada di kebunnya, disebut berasal dari tahun 1980-an.

“Kebetulan ada yang berminat dengan kopi yang kami tanam. Akhirnya kami memberanikan diri lebih serius. Sekalian kami menanam, produksi juga. Untuk pemasaran masih dibantu pihak ketiga,” kata Cindrayama.

Menurutnya, dalam setahun, para petani di kelompoknya menghasilkan biji kopi hingga dua ton per hektare. Minimal hanya satu ton per hektare.

Saat ini Cindrayama menyebut ada 24 orang petani yang tergabung di kelompoknya, dengan luas panen 100 hektare. Sehingga produksi biji kopi minimal sebanyak 100 ton setahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Buleleng Dewa Made Sudiarta mengatakan, seiring dengan makin tumbuhnya kedai-kedai kopi, konsumsi terhadap kopi robusta Buleleng juga kian tumbuh.

Pemerintah pun berencana makin serius menggarap potensi pasar tersebut. Rencananya pemerintah akan memfasilitasi pengurusan izin para petani yang mau memproduksi kopi dari biji hingga berbentuk bubuk.

Dengan izin-izin yang lengkap, Sudiarta meyakini kopi robusta Buleleng bisa dipasarkan lebih luas.

“Kopi robusta ini memang spesifik pasarnya. Tapi ceruk pasarnya sangat potensial. Apalagi kopi robusta Buleleng, khususnya yang di Pucaksari ini sudah

punya segmen tersendiri. Kami akan upayakan sehingga kopi-kopi Buleleng ini bisa dipasarkan lebih luas lagi,” ujar Sudiarta. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago