Categories: Ekonomi

Bawang Meroket, Daging Ayam Murah Meriah, Parta: Mendag Harus Dijewer

DENPASAR – Awal puasa atau 1 Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat, 24 April 2020 hari ini. Umat muslim di seluruh dunia, khususnya di Bali menjalani ibadah puasa dengan nuansa berbeda karena berlangsung di tengah pandemi virus corona.

Sayangnya, dalam kondisi “merana” karena dirumahkan atau di-PHK, masyarakat harus menghadapi kenaikan harga pada beberapa komoditi pokok.

Bawang merah dan putih dijual dengan harga berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. Berbanding terbalik dengan daging ayam yang terjun bebas di kisaran harga Rp 20 ribu per kg.

Selain bawang, harga gula juga melambung. “Kementerian Perdagangan harus dijewer karena melonjaknya harga gula, bawang putih dan bawang merah.

Di sisi lain harga daging ayam anjlok. Kementerian perdagangan berjanji melakukan pembenahan dan operasi pasar untuk produk yang

harganya melambung,” ucap I Nyoman Parta, anggota Komisi VI DPR RI merespons rapat dengar pendapat (RDP) Virtual dengan Kementerian Perdagangan RI.

Apa yang idealnya dilakukan? Parta menyebut Kementerian Perdagangan harus lebih jeli memetakan produksi dalam negeri.

Faktanya, kondisi di lapangan kerap tidak sesuai dengan kebijakan yang diambil lantaran “permainan” para spekulan.

“Sering terjadi produksi dalam negeri berlimpah tapi harga jadi mahal karena faktor distribusi dan permainan para spekulan,” tandas politisi asal Gianyar itu.

Terang Parta kementerian perdagangan harus memastikan produksi bawang merah, bawang putih, dan tebu aman jika impor dilakukan. Jangan sampai impor justru membunuh petani dalam negeri.

“Kendalikan harga agar tidak dimainkan oleh para importir dan spekulan yang mencari keuntungan secara membabi buta. Kementerian harus peka pada kondisi rakyat yang kini mengalami penurunan daya beli,” ungkapnya.

Selain itu, Parta menilai satgas pangan harus bertindak tegas dan melakukan langkah hukum jika ada “permainan” yang mengganggu ketahanan pangan Indonesia.

“Jadikan momentum Covid-19 untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Manfaatkan daging yang tersedia di dalam negeri seperti

daging ayam dan telur serta kurangi jumlah impor daging sapi. Jangan lupa kita punya laut yang kaya,” tegasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: dpr ri

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago