Categories: Ekonomi

Pedagang Bermobil Masih Membandel, Begini Respons Tegas Asisten Ekbang

SINGARAJA – Sejumlah pedagang bermobil, rupanya masih membandel dan tetap bertahan di sekitar Pasar Anyar Singaraja.

Padahal terhitung sejak Kamis (4/6) lalu pedagang yang memanfaatkan mobilnya sebagai lapak, harus pindah ke pasar bongkar muat di Kelurahan Banyuasri.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejumlah pedagang masih bertahan di areal parkir mobil di Jalan Diponogoro.

Ada pula yang mencoba berjualan di Jalan Imam Bonjol, yang terletak di sebelah timur pasar. Saat ditemukan oleh petugas, para pedagang diberikan teguran dan diminta pindah ke pasar bongkar muat.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Ekbang Setda) Buleleng Ni Made Rousmini mengatakan, sesuai dengan kesepakatan para pedagang bermobil harus pindah ke pasar bongkar muat terhitung sejak kemarin.

Apabila masih membandel, Rousmini menyatakan pemerintah akan mengerahkan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan guna menegakkan aturan.

“Terhitung besok (hari ini, Red) sudah sanksi tegas. Kalau tanggal 1-3 Juni itu kan masih persuasif sifatnya, baru teguran saja. Tapi kalau tanggal 5 Juni masih bandel, ya sudah sanksi tegas,” kata Rousmini kemarin.

Rousmini menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polisi Pamong Praja dan Tim Yustisi. Kalau toh masih membandel, Polisi Pamong Praja bisa saja melakukan penyitaan terhadap barang dagangan milik penjual.

Bahkan bila terus menerus membandel, Pol PP bisa membawa masalah tersebut ke ranah tindak pidana ringan (Tipiring).

“Yang jelas di sana itu kan buka zona berjualan. Kalau memang melanggar, kami serahkan bagi tim yustisi. Jadi terhitung sejak besok (hari ini, Red),

semua sudah harus klir,” tegas wanita yang sempat menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Buleleng itu.

Di sisi lain, Rousmini juga tak memungkiri bila kondisi di Pasar Bongkar Muat Banyuasri masih relative padat.

Rousmini menyatakan dirinya telah meminta pada Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng agar lebih optimal melakukan pengaturan di lahan tersebut.

“Saya kira itu bisa menampung sampai 100 mobil kok. Apalagi sekarang kan memang tidak begitu banyak aktifitas di sana.

Mungkin penataannya saja yang belum maksimal, sehingga terjadi kemacetan. Saya sudah minta PD Pasar biar lahan di pasar bongkar muat itu dioptimalkan,” demikian Rousmini. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago