Categories: Ekonomi

Pasar Ekspor Terbuka, Nelayan Sumberkima Rintis Budidaya Kerang Abalon

GEROKGAK – Bukan hanya budidaya rumput laut, benih ikan nener dan teripang pasir yang dapat dibudidaya di perairan Buleleng yang memiliki panjang garis pantai 172.301 Km.

Banyak hal sebenarnya yang dapat dikembangkan. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi para nelayan yang tidak harus tergantung hidupnya pada tangkapan ikan.

Di Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak, sejumlah nelayan pantai mulai melirik budidaya kerang abalon. Bukan tanpa sebab mereka tertarik mengembangkan kerang abalon.

Selain karena terbuka pasar, juga karena pengembangbiakan yang masih dapat dilakukan secara alami dengan mengandalkan potensi laut yang ada.

Nelayan Desa Sumberkima, Khairus Saleh, mengaku baru merintis pertama kali budidaya kerang abalone setelah KUB Segara Indah Desa Sumberkima mendapat bantuan

bibit kerang abalon dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Balai Pembibitan Induk Udang unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem.

“Kami sudah tebar bibit kerang abalon sebanyak 800 ekor. Bibit diambil dari daerah Karangasem,” kata Ketua kelompok Nelayan KUB Segara Indah Desa Sumberkima ini.

Menurutnya, melirik budidaya kerang abalon setelah kelompok nelayan melakukan budidaya teripang pasir karena ada peluang pasar yang terbuka.

Kerang abalon selama ini dikenal hasil dari budidaya nelayan Karangasem ternyata sudah menembus pasar ekspor. Yakni Singapura, Hongkong, Taiwan, Cina dan Jepang. Permintaannya cukup tinggi.

“Kebetulan kami sudah ada pihak ketiga (pengepul) yang menerima hasil budidaya kerang abalon untuk pengiriman ekspor. Sehingga kami coba kembangkan di laut Sumberkima,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Saleh menyebut, budidaya kerang abalon sangat mudah. Sama seperti teripang pasir hidup dan berkembang di perairan laut yang dangkal.

Budidaya dilakukan dengan sistem jaring tangkap yang dipasang pada luat berbentuk persegi ukuran 4×4 meter dengan kedalaman sekitar 5 meter.

Kemudian bagian bawah diberikan jaring tangkap. Setelah itu baru ditebar kerang abalon berukuran sekitar 25-30 milimeter.

“Sedangkan untuk pakan bagi kerang abalon diberikan rumput laut dan anggur laut dua kali sehari. Kebetulan kami saat ini juga menanam rumput laut dan budidaya anggur laut. Pakan diberikan dengan cara ditebar,” ungkapnya.

Untuk proses panen akan dilakukan saat berusia 9 sampai 1 tahun dengan panjang cangkang 6-7 centimeter dengan kisaran berat 60-70 gram.

“Baru pertama kali kami memulai budidaya kerang abalon dan dilakukan secara otodidak, tanpa proses pembelajaran.

Mudah-mudahan dapat berhasil. Sehingga dapat menambahkan pendapatan ekonomi nelayan dari sisi budidaya perikanan laut,” pungkasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: pasar ekspor

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago