Categories: Ekonomi

Gaya Hidup Millennial Berubah, Pelatihan Barista Kopi Kian Diminati

TABANAN – Banyak kalangan millennial suka dengan kopi dan ingin menggeluti bisnis kedai kopi atau café coffee.

Membuat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tabanan memberikan pelatihan barista bagi anak muda yang ingin memiliki keahlian meracik kopi.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tabanan memberikan pelatihan barista melalui unit pelaksana teknis balai latihan kerja (UPT BLK) Tabanan.

Ada beberapa paket pelatihan keterampilan kerja yang sumber anggaran berasal dari pemerintah dengan pengawasan dari BLK Lombok Timur.

Di antaranya pelatihan barista kopi, tata rias, mekanik AC, servis sepeda motor dan las, pengolahan hasil pertanian, pelatihan menjahit, dan pembuatan roti.

Kepala Disnakertrans I Putu Santika mengatakan, paket pelatihan barista paling banyak diminati kalangan millennial saat ini.

Santika menilai, tingginya peminat mengikuti pelatihan barista kopi, karena kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat,

banyak masyarakat yang membuka usaha kedai kopi dan kemudian kopi diterima semua kalangan dan memiliki pangsa pasar.  

“Maka tak heran pelatihan barista kopi yang kami satu-satu sudah tersertifikasi di Bali. Tersertifikasi lantaran syarat memenuhi.

Mulai dari kelengkapan peralatan untuk meracik kopi dan instruktur (pengajar) kopi yang sudah professional,” terangnya.

Santika menyebut peserta yang mengikuti pelatihan kerja bukan hanya datang dari mereka masyarakat atau anak muda yang belum memiliki keterampilan dan keahlian.

Melainkan juga dari mereka pekerja yang di PHK ditengah pandemi. “Kami selama ini memberikan pelatihan kerja sudah banyak telah bekerja bahkan membuka usaha.

Salah satu peserta yang mengikuti pelatihan barista kopi, sudah  banyak yang membuka usaha kedai kopi sendiri. Bahkan mereka sudah ada yang bekerja pada cafe coffee,” ungkapnya.

Setiap paket pelatihan keterampilan kerja dilakukan berbeda jangka waktu pelatihannya. Untuk paket pelatihan kerja mekanik motor dan las diberikan selama 40 hari.

Sedangkan diluar itu hanya 28 hari. Pelatihan dilakukan setiap hari terkecuali saat hari libur.

“Sementara untuk peserta pelatihan setiap paket pelatihan keterampilan kerja peserta sebanyak 16 orang. dengan pelatihan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago