Categories: Ekonomi

Masih Sepi Pembeli, Laku Tak Laku Pedagang Pasar Kodok Tetap Buka

TABANAN – Belum terlihat pergerakan pembeli baju bekas di Pasar Kodok Tabanan. Suasana di Pasar Kodok di Desa Dauh Peken, Tabanan masih terlihat sepi pembeli.

Hanya ada beberapa pengunjung saja yang terlihat. Tidak seperti sebelum pandemi Covid-19 mewabah. Pasar Kodok Tabanan yang menjual baju-baju bekas biasanya setiap hari ramai dengan pembeli.

Tak terkecuali pembeli juga datang dari kalangan anak muda yang suka dengan merk-merk baju bekas berkelas.

Salah seorang pedagang baju bekas di Pasar Kodok Tabanan Marasin, 53  mengaku mulai menurun drastis jumlah pengunjung (pembeli) baju bekas sejak bulan April lalu.

Kunjungan sudah sangat jauh menurun sekalipun di hari akhir pekan. “Kami biasanya ketika akhir pekan (Sabtu-Minggu red), ramai pembeli yang para pengunjung

yang mayoritas anak muda ini memburu pakaian bekas ke Pasar Kodok Tabanan. Sekarang tidak setelah adanya pandemi Covid-19 masih berlangsung,” ujarnya.

Pria paruh baya yang sudah berjualan pakai bekas sejak tahun 2002 ini mengatakan, sebenarnya berharap banyak di fase new normal ini pembeli akan berdatangan memburu pakaian bekas ke Pasar Kodok Tabanan.

Namun sayangnya fase new normal sejak bulan Agustus lalu hingga bulan November ini masih sepi pembeli pakaian bekas.

“Saya sudah berjualan disini selama 18 tahun. Pandemi ini paling parah dibandingkan dengan Bom Bali dulunya. Omzet saya sampai turun 80 persen,” tutur Marasin sembari merapikan dagangannya pakaian bekasnya.

Dia melanjutkan, kondisi sebelumnya di pasar kodok ini tak pernah sepi terjadi transaksi jual beli. Ia mengakui jika dulunya, dalam sehari dapat berjualan Rp 200 – 500 ribu.

Tetapi sejak pandemi ini sangat jauh turun kadang hanya Rp 50 ribu, bahkan tak ada yang datang.

“Sekarang sangat jauh, sepi sekali. Kadang dapat jualan hanya Rp 50 ribu, tapi lebih banyak sepi atau gak dapat garus,” keluhnya.

Meski laku tak laku, kata Marasin, tetap membuka dagangannya. Sebab, hanya berjualan pakaian ini andalannya untuk kehidupan sehari-harinya.

Selain itu hasil berjualan juga digunakan untuk membayar sewa tempat. Dalam setahun ia membayar sewa Rp 2 Juta karena menyewa dua lokal (kios) yang berukuran sekitar 2×1.5 meter tersebut.

“Sebagai pedagang bekas saya tetap berharap kondisi normal kembali dan ekonomi lebih baik lagi. Sehingga putaran jual beli kembali lancar. Hanya itu yang kami bisa harapkan,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

11 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago