Categories: Ekonomi

Sektor Pariwisata Sensitif, Koster Mulai Lirik Pertanian dan Kelautan

SINGARAJA – Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar para pedagang di Pasar Banyuasri memasang daftar harga tetap alias fix price saat berjualan.

Sehingga masyarakat mendapat kepastian harga dalam bertransaksi. Hal itu diungkapkan Wayan Koster, saat meresmikan Pasar Banyuasri pagi kemarin (30/3).

Koster nampak didampingi oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengaku cukup terkejut pasar bisa selesai tepat waktu.

Mengingat tahun 2020 terjadi pandemi covid-19. Sehingga pemerintah harus melakukan refocusing anggaran.

Bahkan pada tahun 2020 lalu, sempat muncul opsi pinjaman daerah untuk menyelesaikan proyek pasar tersebut.

“Kaget juga saya pasar ini bisa selesai tepat waktu, pada masa pandemi. Bisa selesai dengan kondisi keuangan yang terbatas. Ini pekerjaan besar untuk level kabupaten,” kata Koster.

Koster meminta agar Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng melakukan tata kelola manajerial pasar yang profesional. Salah satunya mendorong pedagang agar memasang daftar harga pada komoditas yang mereka jual.

“Kalau bisa sudah fix price. Jadi orang datang tidak metawah-tawahan lagi. Ini sudah diterapkan di Pasar Sukawati,” ujarnya.

Dengan keberadaan pasar tradisional dengan konsep semi modern itu, Koster berharap agar Pemkab Buleleng memberi porsi yang cukup besar bagi sektor pertanian.

Apalagi Buleleng memiliki sejumlah komoditas unggulan. Seperti anggur, durian, mangga, dan manggis.

Menurutnya Pemprov Bali sendiri tengah menyusun road map perekonomian Bali.

Sektor yang akan mendapat perhatian cukup besar adalah pertanian, kelautan, serta industri olahan. Sehingga Bali tak lagi bergantung pada sektor pariwisata.

“Kita tahu betapa sensitifnya sektor pariwisata. Sehingga kita harus menata kembali pondasi ekonomi kita. Kalau pandemi selesai,

kita akan jadikan pertanian sebagai pilar untuk memperkuat perekonomian Bali. Salah satunya pengadaan industri olahan.

Jadi dimana ada produk, di sana ada industri olahan. Jadi biaya angkut rendah, tenaga kerja terserap, ekonomi juga bergerak,” tegasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago