Categories: Ekonomi

Tahan Pandemi, OJK Anjurkan Buleleng Fokus Pertanian dan Perikanan

SINGARAJA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganjurkan agar Pemerintah Kabupaten Buleleng fokus mengembangkan sektor pertanian dan perikanan.

Sektor ini terbukti tahan banting pada masa pandemi. Mengacu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Buleleng.

Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 21,2 persen pada tahun 2019. Sementara pada tahun 2020 kontribusi sektor ini meningkat menjadi 22,28 persen.

Sementara sektor penyedia akomodasi, makan, dan minum yang identik dengan jasa pariwisata dan restoran, mengalami penurunan tajam.

Pada 2019, sektor ini berkontribusi sebesar 18,68 persen. Namun pada 2020 turun menjadi 14,83 persen

Direktur Humas OJK, Darmansyah mengatakan, potensi ekonomi di Buleleng berbeda dengan daerah lain di Bali.

Sebagian besar daerah di Bali menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi. Sementara Buleleng menjadikan pertanian sebagai tulang punggung.

Darmansyah sendiri sempat melihat dari dekat perkembangan sektor perikanan di Buleleng. Salah satunya keberadaan Keramba Jaring Apung untuk komoditas lobster yang ada di Desa Sumberkima.

Lokasi ini menjadi satu-satunya lokasi pembesaran lobster yang ada di Bali Utara. Ia pun mendorong agar pemerintah terus mengeksplorasi peluang-peluang di sektor pertanian dan perikanan.

“Ini sesuai dengan konsep sustainability finance. Jadi ekonomi harus memerhatikan kondisi dan menjaga lingkungan,” kata Darmansyah.

Rencananya dalam waktu dekat pihaknya bersama OJK Kantor Regional VIII Bali Nusa Tenggara akan melakukan kunjungan khusus ke Kabupaten Buleleng.

“Kami ingin menggali lagi masukan-masukan yang ada. Sehingga bisa dikembangkan ke daerah lain. Untuk percepatan pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, selama ini potensi Buleleng memang berada di sektor pariwisata.

Rencananya pemerintah juga akan mengembangkan industri pengolahan dan kemasan. Sehingga pertanian sebagai industri hulu, dapat bergerak lebih baik dengan keberadaan industri pengolahan di hilir.

“Ini untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat atau presiden dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi,” tukas Bupati Agus.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

11 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago