DENPASAR, radarbali.id – Dalam dunia kerja karyawan yang masuk dan keluar merupakan hal yang biasa.
Bagi kamu yang ingin masuk suatu perusahaan harus melampirkan surat lamaran pekerjaan, begitu juga ketika kamu ingin keluar dari perusahaan maka kamu juga harus mengajukan surat resign atau pengunduran diri.
Lantas bagaimana sih membuat contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar?
Dan bagaimana juga menyusun contoh surat resign yang baik sehingga proses pengunduran diri kamu dikabulkan dan tetap terbina hubungan yang baik dengan perusahaan tempat kamu bekerja.
Untuk membahas hal tersebut, maka dapat dimulai dari bagaimana membuat surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar sehingga pihak perusahaan tertarik untuk memanggil kamu dalam proses wawancara.
Untuk itulah kamu harus mengetahui cara menulis surat lamaran kerja yang baik dan benar.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami cara menulis surat lamaran kerja.
Banyak dari mereka juga memasukkan data pribadi berulang-ulang.
Tips menulis surat lamaran kerja yang efektif
Agar surat lamaran kamu diperhatikan oleh HRD, maka sebaiknya mengikuti beberapa tips untuk membuat surat lamaran yang efektif, seperti berikut ini.
1. Baca tawaran pekerjaan dengan cermat dan benar
Sebelum menulis surat lamaran kerja, maka pastikan kamu telah membaca persyaratan yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.
Jika kamu tidak membaca persyaratan maka hal tersebut hanya akan mempersulit pihak perusahaan.
Isi surat lamaran yang akan kamu ajukan juga sebaiknya berisi terkait dengan persyaratan yang telah diajukan dalam lowongan pekerjaan.
Sehingga perusahaan mengetahui bahwa kamu kandidat yang memenuhi persyaratan perusahaan.
2. Gunakan tata bahasa yang benar
Ketika akan membuat surat lamaran kerja baik berupa tulisan tangan maupun ketikan, maka kamu harus membuatnya dalam tata bahasa yang baik.
Bahasa standar yang dirujuk di sini adalah bahasa yang sesuai dengan KBBI.
Jangan gunakan singkatan yang kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Kamu juga harus mengomunikasikan tujuan surat lamaran secara singkat, jelas namun ringkas.
Jangan terlihat berbelit-belit tanpa arah dan tujuan yang jelas.
3. Tulis dengan jelas tujuan surat lamaran
Surat lamaran sebaiknya dibuat dengan jelas.
Misalnya ditujukan kepada siapa dan untuk apa.
Tidak hanya nama perusahaan, tetapi juga tulis dengan jelas alamat perusahaan yang kamu cari.
Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa sebagai pencari kerja kamu tidak menulis surat sembarangan.
Artinya, sebelumnya kamu juga sudah melakukan riset atau mencari informasi terkait perusahaan tersebut.
4.Jangan menulis ulang informasi
Daftar riwayat hidup yang ditulis dengan jelas dan komprehensif dari seorang kandidat pekerjaan.
Informasi yang tercantum akan memudahkan personel HRD untuk memverifikasi kebenaran tentang diri kamu.
Surat lamaran juga harus menjelaskan alasan bergabung, apa karakter, dan apa yang dapat dibawa ke perusahaan.
Ini merupakan bentuk soft marketing saat melamar pekerjaan.
Untuk ini, tidak perlu menulis ulang apa yang sudah ditulis pada CV.
5. Jangan menyalahgunakan kata ‘saya’
Kata ‘saya’ yang tertulis dalam surat mengacu pada diri sendiri dan umumnya akan memberikan kesan individualisme.
Oleh karena itu, kamu tidak boleh menggunakan kata “saya” terlalu banyak dalam surat lamaran kerja.
Surat lamaran yang tidak terlalu banyak menggunakan kata “saya” akan menunjukkan bahwa kamu fokus pada apa yang didapatkan dari perusahaan.
Ada baiknya mengubah kalimat dalam surat tersebut menjadi apa yang bisa kamu berikan kepada perusahaan jika nanti bekerja.
6. Tunjukkan antusiasme terhadap perusahaan
Ketika sebuah perusahaan membuka tawaran pekerjaan, yang mereka cari adalah karyawan yang loyal dan antusias terhadap pekerjaan yang ditawarkan perusahaan tersebut.
Gunakan kata kerja aktif yang dinamis dalam surat lamaran kerja.
Tujuannya agar staf HRD dari perusahaan yang dipilih dapat menangkap antusiasme kamu dan melihat seberapa serius kamu melamar pekerjaan di sana.
Ketika kamu sudah mengetahui bagaimana membuat surat lamaran pekerjaan, maka sekarang akan membahas bagaimana membuat surat resign atau pengunduran diri dengan baik dan benar.
Pengertian Surat Resign
Surat resign atau surat penguduran diri merupakan suatu bentuk pernyataan dari kamu untuk mengundurkan diri dari sebuah pekerjaan pada perusahaan terkait.
Selain sebagai surat pernyataan tertulis juga berfungsi sebagai pernyataan berhenti terhadap aktivitas tugas yang sebelumnya kamu lakukan.
Format Surat Pengunduran Diri
Lantas bagaimana sih menyusun surat pengunduran diri dengan baik dan benar.
Karena ketika kamu mulai bekerja tentu diawali dengan cara yang baik, maka untuk mengakhiri hubungan pekerjaan juga harus dilakukan dengan baik.
Ketika membuat surat pengunduran diri atau surat resign, maka untuk menghasilkan surat yang baik dan benar, maka kamu harus mengetahui format-format yang terdapat dalam surat resign tersebut.
Tentunya dengan surat pengunduran diri ini disertai dengan bahasa yang formal, sopan, dan juga resmi, karena surat akan diajukan ke Tim HRD atau ke pimpinan perusahaan.
Penulisan yang kamu tulis apabila ditulis dengan singkat dan jelas akan semakin baik.
Akan tetapi, dengan singkatnya surat yang dibuat tidak menghilangkan substansi yang ingin disampaikan dari surat tersebut kepada pimpinan ataupun atasan yang berada di perusahaan tersebut
Untuk itu, ada beberapa poin yang harus kamu perhatikan dalam menyusun surat pengunduran diri. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menulis surat pengunduran diri dengan baik dan benar, tentunya agar isi surat terkesan sopan, formal, dan resmi.
Jika penasaran dengan format-format dalam surat pengunduran diri, yuk simak dan pahami penjelasannya di masing-masing paragraf berikut pada contoh surat pengunduran diri dari pekerjaan berikut ini :
· Deskripsi tanggal dan tempat di sudut kanan atau kiri surat
· Lengkap dengan nama lengkap dan tanda tangan penulis surat.
· Isi surat pengunduran diri dan alasan pengunduran diri dari perusahaan.
· Cap surat untuk membuatnya resmi dan legal
· Alamat pengiriman surat pengunduran diri ada di kiri atas
Contoh Surat Pengunduran Diri
Agar kamu tidak terlalu bingung dalam menyusun surat pengunduran diri, maka di bawah ini merupakan contoh surat resign yang bisa kamu jadikan referensi dalam membuatnya.
Dalam contoh ini menggunakan bahasa yang formal dan sopan.
Bandung, 20 Mei 2021.
Kepada Yth.
Bapak / ibu Supervisor
Departemen Keuangan
PT Jaya Makmur Abadi
Di tempat.
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Resti Ananda
Tempat, Tanggal lahir : Bekasi, 20 Agustus 1983
Jabatan : Staff Accounting
Nomor Karyawan : 201920483
Dengan ini saya bermaksud untuk mengajukan permohonan pengunduran diri dari PT Jaya Makmur Abadi. Adapun alasan saya untuk mengundurkan diri adalah karena berkeinginan untuk berwirausaha.
Saya mengucapkan banyak terima kasih sebesar-besarnya kepada semua Tim Divisi Accounting, Bapak Supervisor Departemen Keuangan yang telah membimbing dan juga memberikan pengajaran kepada saya semasa saya bekerja di PT Jaya Makmur Abadi.
Mohon maaf apabila selama saya masih bekerja di perusahaan ini, banyak kekurangan yang saya lakukan baik disengaja maupun tidak disengaja. Saya memohon maaf kepada bapak dan ibu, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih.
Demikianlah surat pengunduran diri ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Atas perhatiannya, saya ucapkan banyak terima kasih. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hormat saya
Resti Ananda
(rba/ken)