alexametrics
25.5 C
Jakarta
Friday, May 27, 2022
spot_img

CORE Sarankan Perusahaan BUMN Pakai Produk UMKM

spot_img

JawaPos.com – Bencana wabah Covid-19 menimbulkan goncangan ekonomi yang berbeda dari krisis pada umumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ekonomi mampu diselamatkan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), justru pada masa pandemi ini sektor tersebut ikut jatuh tak berdaya.

Sehingga, pemerimtah menggelontorkan banyak bantuan stimulus agar UMKM dapat bertahan dan berkontribusi besar pada pertumbuham nasional. Ekonom senior sekaligus pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan, UMKM memang perlu diberi stimulus.

Namun, ada permasalahan lain, yaitu kurangnya daya saing. Dia berharap pemerintah bisa memikirkan hal ini, sehingga UMKM Indonesia bisa punya daya saing global.

“UMKM kita memang mendukung ekonomi, tapi UMKM kita juga tidak berdaya saing. Mereka tidak punya link ke global supply chain,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (21/8).

Hendri melihat, sektor UMKM di Indonesia seolah-olah berada di dunianya sendiri, yang terpisah dari pelaku usaha besar. Menurutnya, kondisi semacam ini jauh berbeda dibandingkan dengan di negara lain.

Baca Juga:  Hotel di Ubud Dinobatkan Jadi Hotel Terbaik di Dunia

“Kalau berbicara soal linkage usaha besar dan kecil, di negara lain linkage-nya sangat tinggi. Tapi di Indonesia hanya 18-19 persen, hal ini menandakan hampir tidak ada hubungan antara usaha besar dan kecil,” ucapnya.

Ia menyebut, desain kebijakan pemerintah menjadi penyebab terjadinya jurang, karena strategi penguatan UMKM tak disertai dengan strategi pengintegrasian dengan pelaku usaha besar. “Coba kalau kita contoh Jepang, industri otomotifnya memakai ribuan UMKM menjadi supporting industry,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sudah seharusnya perushaan pelat merah yang merupakan industri besar menjadi pendorong bagi sektor UMKM. “Tapi, sekarang TKDN BUMN juga sangat rendah, mereka sangat tergantung supplier-supplier impor. Ini yang juga harus diperhatikan, terlebih UMKM juga diperlukan untuk memperkuat struktur industri,” tegasnya.

JawaPos.com – Bencana wabah Covid-19 menimbulkan goncangan ekonomi yang berbeda dari krisis pada umumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ekonomi mampu diselamatkan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), justru pada masa pandemi ini sektor tersebut ikut jatuh tak berdaya.

Sehingga, pemerimtah menggelontorkan banyak bantuan stimulus agar UMKM dapat bertahan dan berkontribusi besar pada pertumbuham nasional. Ekonom senior sekaligus pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan, UMKM memang perlu diberi stimulus.

Namun, ada permasalahan lain, yaitu kurangnya daya saing. Dia berharap pemerintah bisa memikirkan hal ini, sehingga UMKM Indonesia bisa punya daya saing global.

“UMKM kita memang mendukung ekonomi, tapi UMKM kita juga tidak berdaya saing. Mereka tidak punya link ke global supply chain,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (21/8).

Hendri melihat, sektor UMKM di Indonesia seolah-olah berada di dunianya sendiri, yang terpisah dari pelaku usaha besar. Menurutnya, kondisi semacam ini jauh berbeda dibandingkan dengan di negara lain.

Baca Juga:  Hotel di Ubud Dinobatkan Jadi Hotel Terbaik di Dunia

“Kalau berbicara soal linkage usaha besar dan kecil, di negara lain linkage-nya sangat tinggi. Tapi di Indonesia hanya 18-19 persen, hal ini menandakan hampir tidak ada hubungan antara usaha besar dan kecil,” ucapnya.

Ia menyebut, desain kebijakan pemerintah menjadi penyebab terjadinya jurang, karena strategi penguatan UMKM tak disertai dengan strategi pengintegrasian dengan pelaku usaha besar. “Coba kalau kita contoh Jepang, industri otomotifnya memakai ribuan UMKM menjadi supporting industry,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sudah seharusnya perushaan pelat merah yang merupakan industri besar menjadi pendorong bagi sektor UMKM. “Tapi, sekarang TKDN BUMN juga sangat rendah, mereka sangat tergantung supplier-supplier impor. Ini yang juga harus diperhatikan, terlebih UMKM juga diperlukan untuk memperkuat struktur industri,” tegasnya.

Artikel Terkait

spot_img

Most Read

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
/