Categories: Events

Dr Ketut Suarjaya: Rasa Kekeluargaan itu yang Paling Utama

DENPASAR – Puncak hari ulang tahun (HUT) Dinas Kesehatan Provinsi Bali ke- 67, berlangsung meriah di Jalan Melati 20, Denpasar, Senin kemarin (28/1).

Diramaikan Lomba Busana Adat Bali Berpasangan dan video kreasi. Diikuti enam unit pelayanan terpadu (UPT), yakni; UPT Jamkesmas, BPKKTK, Labkes, RSUD Bali Mandara, RSJ Bangli, dan RS Mata Bali Mandara.

Ini menunjukkan semangat kekeluargaan yang terjalin di institusi pimpinan dr. Ketut Suarjaya.

Menariknya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali asli Buleleng Ini, ikut tampil menyanyikan sebuah lagu; Story Book Children, karya Marshal Conradt Jules Manengkei, warga Belanda kelahiran Surabaya.

Bondres Denok, Dek Arya, dan Putri Bulan pun ikut memeriahkan puncak HUT yang berlangsung sederhana di lobi kantor dinas.

Ada yang menyentuh sanubari, penyerahan kenang- kenangan bagi empat orang staf Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang purna tugas pada 2018.

Sebelumnya, Kamis lalu (24/1), juga dilakukan hal serupa ke rumah I Wayan Nurja, Banjar Pengembungan Sari, Bongkasa, Abiansemal, Badung.

Nurja, 61, merupakan satu- satunya ahli entomologi (ahli nyamuk) yang dimiliki Pulau Dewata. ’’Hasil baik harus ditopang oleh kerja sama yang baik.

Rasa saling memiliki, mendukung satu sama lain untuk mencapai satu tujuan. Konsep itulah yang saya lakukan.

Sehingga, di antara staf dan 6 UPT di Dinas Kesehatan Provinsi Bali terjalin komunikasi yang sangat baik,” harap dr. Ketut Suarjaya.

Di usia Dinkes ke- 67, Suarjaya menyebut tantangan di bidang kesehatan masih menjadi tugas pokok pihaknya. Baginya, kesinambungan kesehatan yang utama.

Suarjaya menegaskan, salah satu indikator kesejahteraan adalah kesehatan. Dinkes, tegasnya, bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pekerjaan rumah (PR) Dinkes Bali ke depan, tandas Suarjaya, menyadarkan setiap individu agar mau dan mampu. Indikatornya; kebiasaan buang air besar.

’’Sekarang ini, baru 92 persen masyarakat Kita yang ODF (open defication free, Red) alias bebas buang air besar sembarangan. Artinya, masih ada 8 persen masyarakat Kita yang masih buang air besar sembarangan,” tegasnya.

Di sela perayaan, dilakukan penandatanganan kerja sama Dinkes dan Stiker Wiramedika. (rba/djo)

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: dinkes bali

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago